Bahkan Trump menyatakan dirinya tidak senang dengan pengangkatan ini.
“Tidak akan saya katakan. Saya tidak senang dengannya,” ucap Trump.
Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai penerus, hampir seminggu pasca kematian ayahnya dalam serangan udara.
Dalam sejumlah pernyataan kepada media internasional, Trump menilai Mojtaba Khamenei bukan sosok yang tepat untuk memimpin Iran.
Ia bahkan menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak memiliki pengaruh besar dan menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak akan membawa stabilitas di kawasan.
Trump juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Iran seharusnya tidak diputuskan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas global.
Ia bahkan pernah mengatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suara dalam proses penentuan pemimpin baru Iran, pernyataan yang langsung memicu kritik dari berbagai pihak.
Selain menyebut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pilihan yang tidak dapat diterima, Trump juga memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran “tidak akan bertahan lama” jika tidak ada perubahan dalam hubungan Teheran dengan Washington.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras pemerintahan AS terhadap pemerintah Iran yang selama ini dianggap sebagai lawan strategis di Timur Tengah.





