MEGAPOLITIK.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyampaikan kritik terhadap capaian KPK sepanjang 2025.
Menurutnya, lembaga antikorupsi ini seharusnya tampil lebih hebat dibandingkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam memberantas korupsi, terutama kasus-kasus besar atau “big fish”.
“Versi saya, prestasi KPK semakin menurun dan semakin menampakkan rutinitas. Terus terang saya kecewa dengan prestasi KPK selama lima tahun terakhir. Mudah-mudahan ini menjadi titik balik, dan tahun depan lebih hebat menangani perkara besar,” ujar Boyamin Saiman, Selasa (23/12/2025), melansir Detik.com
Penindakan KPK Dinilai Terbatas
Boyamin Saiman menilai KPK terlalu fokus pada kasus-kasus kecil, seperti OTT terhadap bupati, sementara Kejagung berani menangani kasus besar bernilai ratusan triliun, termasuk Jiwasraya, Asabri, dan sengketa pajak Djarum.
Menurutnya, KPK cenderung menghindari kasus “penggorengan saham” yang dianggap rumit.
“Waktu minyak goreng langka, KPK hanya menilai kasus itu sebagai penyelundupan, tapi Kejagung menilai sebagai korupsi. Kasus pajak Djarum juga ditangani Kejagung. Sementara KPK lebih berani soal OTT suap,” tambah Boyamin.
Dia menegaskan capaian KPK sepanjang 2025 hanya sekadar menunjukkan aktivitas, bukan prestasi yang layak dibanggakan.





