Ia menyebut perlunya pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama lonjakan, mulai dari kualitas pendataan lapangan, penyaluran dukungan gizi, hingga lemahnya pengawasan program.
Kukar disebutnya sebagai contoh praktik baik. Keberhasilan daerah tersebut menekan angka stunting dianggap dapat menjadi acuan bagi wilayah lain.
“Model keberhasilan Kukar harus segera disebarkan dan diadaptasi daerah lain. Sistem pendataan mereka jelas, dan komitmen kepala daerahnya kuat,” kata Andi Satya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan, bukan hanya penanganan terhadap kasus yang sudah ditemukan.
Upaya ini menurutnya harus dimulai dari kelompok rawan, terutama ibu hamil dan keluarga berisiko, agar kasus baru tidak terus muncul.
Komisi IV, lanjut Andi, tetap konsisten mendorong penguatan program pengentasan stunting.





