Gangguan ini tidak hanya berdampak pada minyak, data terbaru menunjukkan ratusan kapal kargo dan kontainer mengalami keterlambatan atau pembatalan jadwal, yang berpotensi menimbulkan kekosongan pasokan barang industri, bahan bakar, dan komoditas lain di berbagai pasar global.
Meningkatnya risiko keamanan juga membuat perusahaan asuransi membatalkan perlindungan risiko perang di wilayah ini, memperberat keputusan perusahaan pelayaran untuk tetap menggunakan rute tersebut.
Dampaknya dirasakan secara luas, terutama di negara-negara Asia yang sangat bergantung pada minyak dan gas dari Teluk seperti China, India, Korea Selatan, dan Jepang, yang kini menghadapi tekanan besar terhadap pasokan energi mereka.
Kenaikan harga energi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menambah tekanan inflasi di banyak negara berkembang. (daf)





