MEGAPOLITIK.COM - Iran kembali membuka akses pelayaran di Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersial setelah periode ketegangan yang sempat mengganggu salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.
Namun, pembukaan tersebut tidak berarti kebebasan penuh, karena Iran tetap menerapkan aturan ketat bagi seluruh kapal yang melintas.
Berdasarkan laporan Tasnim News Agency dan pernyataan otoritas terkait, Iran menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Jalur ini tetap dibuka untuk perdagangan global, tetapi dengan sistem kontrol yang lebih terstruktur dan terpusat di bawah otoritas militer Iran.
Dalam kebijakan terbaru ini, Iran menetapkan tiga syarat utama yang wajib dipatuhi oleh semua kapal.
1. Hanya Kapal Komersil Yang Boleh Melintas
Syarat pertama ialah, hanya kapal komersial yang diizinkan melintas.
Kapal militer secara tegas dilarang memasuki wilayah Selat Hormuz.
Selain itu, muatan kapal juga tidak boleh memiliki keterkaitan dengan negara yang dianggap “bermusuhan” oleh Iran.





