Dari Euforia ke Sorotan Finansial Whoosh
.webp)
Kini, dua tahun setelah rombongan artis coba kereta cepat dan publik figur ikut dalam momen uji coba yang penuh euforia, kini suasana berubah.
Proyek Whoosh yang dulu dipuji sebagai lambang kemajuan transportasi kini menghadapi bayang-bayang beban finansial serius.
Menurut laporan terkini, utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung telah menembus angka sekitar Rp 116 triliun.
Pemerintah pun telah memerintahkan perhitungan ulang seluruh biaya Whoosh, dan berbagai skema restrukturisasi pinjaman sedang dikaji, termasuk kemungkinan perpanjangan tenor pinjaman dengan pihak Cina.
Meski pihak pemerintah menegaskan bahwa utang kereta cepat ini tidak akan dibebankan langsung ke APBN, melainkan menjadi tanggung jawab BUMN atau korporasi yang terlibat, kekhawatiran tetap muncul soal pengaruh jangka panjang terhadap kewajiban fiskal dan kepercayaan publik.
Sementara itu, sebuah laporan internasional menyebut bahwa meskipun proyek Whoosh ini melaju secara operasional, jumlah penumpang masih di bawah perkiraan yang semula diproyeksikan yang berarti potensi untuk menghasilkan pendapatan guna melunasi utang masih terbuka tantangannya.
Kesimpulan
Flashback ke momen deretan artis coba kereta cepat Whoosh bersama Presiden Jokowi kini menjadi pengingat bagaimana semangat optimisme pernah begitu kuat.
Foto-foto mereka yang tersenyum di dalam kabin Whoosh, unggahan penuh kebanggaan, hingga komentar positif di media sosial menciptakan narasi tentang “Indonesia yang melaju cepat.” (daf)





