Banyak analis meyakini bahwa sikap Jong-chul yang lebih tertutup dan tidak ambisius membuat ayah mereka, Kim Jong-il, menganggapnya terlalu “lembut” untuk memimpin negara.
Pilihan itu akhirnya jatuh kepada adiknya, Kim Jong Un, yang dikenal lebih tegas dan berkarisma di mata elite militer.
Kim Yo-jong: Adik Perempuan yang Jadi Bayangan Kekuasaan
Sementara itu, Kim Yo-jong (lahir 26 September 1987) menjadi figur yang jauh lebih menonjol dan berpengaruh di lingkaran kekuasaan.
Ia menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Buruh Korea, dan sering disebut sebagai “tangan kanan” Kim Jong Un.
Menurut laporan Reuters dan BBC, Yo-jong memiliki peran penting dalam mengatur citra publik sang kakak, termasuk dalam pengendalian media nasional dan strategi komunikasi luar negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yo-jong sering tampil di forum internasional.
Ia memimpin delegasi Korea Utara ke Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan — langkah diplomatik yang membuatnya menjadi anggota pertama keluarga Kim yang mengunjungi Seoul sejak Perang Korea berakhir.
Media Barat menggambarkan Yo-jong sebagai sosok yang dingin, cerdas, dan ambisius.





