Karena itu, meskipun risiko keamanan meningkat di Selat Hormuz, pengiriman minyak ke China tetap diprioritaskan.
Beberapa laporan juga menyebut Iran mulai kembali memanfaatkan terminal ekspor lain seperti fasilitas Jask di Teluk Oman untuk mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz.
Kesimpulan
Laporan CNBC yang mengutip data dari Tanker Trackers menyatakan bahwa Iran telah mengekspor sekitar 11,7 juta barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz sejak perang dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026.
Meskipun konflik menimbulkan tekanan besar terhadap jalur pelayaran, pengiriman minyak Iran ke China tetap berlangsung, menegaskan keberlanjutan hubungan energi strategis kedua negara di tengah ketegangan geopolitik. (daf)





