2. Partai Gerindra
Partai Gerindra juga menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap wacana Pilkada dipilih DPRD.
Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menyampaikan bahwa partainya melihat mekanisme ini sebagai alternatif yang lebih efisien dan dapat mengurangi beban biaya politik yang selama ini dibebankan pada pemilihan langsung.
Menurut Gerindra, pilkada melalui DPRD dinilai lebih murah dari sisi anggaran penyelenggaraan, tahapan pemilihan, dan proses kampanye, sehingga berpotensi membuka ruang bagi calon berkualitas yang tidak terhambat biaya besar.
3. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Selain Golkar dan Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menjadi salah satu partai politik yang dukung Pilkada dipilih DPRD.
PKB mengklaim telah lama mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme Pilkada sebagai upaya menekan biaya politik dan risiko penyalahgunaan anggaran negara.
PKB menilai bahwa Pilkada dengan pemilihan langsung menimbulkan biaya yang sangat besar dan wacana pemilihan melalui DPRD dapat menjadi solusi alternatif jika diatur dengan benar.
4. Partai NasDem
Partai NasDem juga ikut menyatakan dukungan terhadap gagasan Pilkada dipilih DPRD.
Nasdem menilai bahwa mekanisme Pilkada melalui DPRD memiliki dasar konstitusional yang sah, dan jika prinsip partisipasi publik, akuntabilitas, serta kontrol transparan terhadap DPRD tetap dijaga.
Sistem ini dapat berjalan dalam kerangka demokrasi perwakilan yang matang.





