2. Emil Salim – 21 tahun 180 hari
Emil Salim tercatat sebagai menteri dengan masa jabatan yang sangat panjang, yakni 21 tahun 180 hari, dari 11 September 1971 hingga 17 Maret 1993.
Dalam rentang waktu tersebut, ia pernah mengemban sejumlah jabatan dalam kabinet Orde Baru, antara lain sebagai Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara, Menteri Perhubungan, dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup.
Fakta ini menempatkannya sebagai tokoh menteri terlama kedua dalam sejarah Indonesia, setelah Radius Prawiro.
Selama masa jabatannya, Emil Salim dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan isu-isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Emil Salim juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007 dan pada 25 Januari 2010 dilantik kembali untuk periode kedua sekaligus menjadi ketuanya.
3. J. B. Sumarlin – 19 tahun 348 hari
Johannes Baptista (J.B.) Sumarlin menjabat sebagai Menteri selama 19 tahun 348 hari, dari 28 Maret 1973 sampai 17 Maret 1993.
Ia dikenal sebagai sosok penting dalam bidang ekonomi pemerintahan Orde Baru, ikut dalam penyusunan kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan pembangunan.
Dalam masa tersebut, ia memegang sejumlah jabatan strategis, seperti Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (merangkap Ketua Bappenas), serta Menteri Keuangan.
Selama masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan, Sumarlin dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam deregulasi sektor perbankan melalui Paket Oktober 1988 (Pakto 88).
Kebijakan ini mempermudah pendirian bank umum dengan modal minimum Rp10 miliar, yang berkontribusi pada pesatnya pertumbuhan jumlah bank di Indonesia pada masa itu.





