Dua kasus suspek terbaru di Jakarta dan Yogyakarta sempat menjadi perhatian, namun kini sudah dinyatakan negatif.
Yang lebih mengkhawatirkan, sebuah studi di beberapa kota besar menemukan bahwa seroprevalensi hantavirus di masyarakat mencapai 11,6%.
Artinya, sekitar satu dari sepuluh orang Indonesia pernah terpapar virus ini, meski banyak yang tidak menyadarinya karena gejalanya mirip dengan demam berdarah atau tipes.
Jenis virus yang beredar di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV), yang dibawa oleh tikus rumah.
Berbeda dengan jenis Andes virus yang menyebabkan wabah di kapal pesiar tersebut.
Penularan utamanya melalui kotoran, urine, dan air liur tikus, bukan antarmanusia secara mudah.
Upaya Pemerintah Melalui Kemenkes RI Perkuat Screening
Kemenkes bersama WHO saat ini sedang memperkuat screening di pintu masuk negara dan fasilitas kesehatan.





