Terletak di kaki Gunung Slamet, sekitar 27 kilometer di selatan Kota Slawi, Guci menawarkan wisata alam berupa air terjun, taman, serta pemandian air panas alami.
Wisata Guci berada di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, dan telah lama menjadi tujuan favorit wisatawan karena panorama pegunungan serta manfaat kesehatan dari sumber air panasnya.
Sejarah Guci sebagai destinasi wisata sudah dimulai sejak era kolonial Belanda. Kawasan ini kemudian dikembangkan oleh pemerintah Indonesia dan resmi menjadi objek wisata pada tahun 1953.
Seiring waktu, fasilitas di Guci terus ditingkatkan, mulai dari kolam pemandian, penginapan, hingga sarana pendukung wisata lainnya.
Hingga kini, Guci tetap menjadi salah satu wisata pemandian air panas paling populer di Indonesia, meski peristiwa banjir bandang kali ini menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi bencana di kawasan wisata alam. (tam)
- Bermain Golf saat Sumatera Dilanda Bencana, Ini Harta Kekayaan Dadan Hindayana
- Update Banjir Aceh Tamiang: Status Darurat, Koordinasi Lintas Kabupaten, dan Krisis Informasi yang Menghambat Penanganan
- Update Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh per 29 November 2025





