Ia menjelaskan, melalui aplikasi BISA, petugas dan pemerintah di tingkat kelurahan dapat memantau perkembangan volume sampah yang masuk ke bank sampah setiap hari.
“Selama ini data sampah harian belum tercatat dengan baik. Melalui aplikasi ini, petugas bisa memonitor jumlah sampah setiap hari,” katanya.
Bank Sampah Akan Terhubung dalam Sistem Digital
Dalam konsep yang disiapkan, setiap bank sampah nantinya dapat memasukkan data secara langsung ke dalam sistem.
Informasi yang tercatat meliputi jenis sampah, hasil penimbangan, hingga volume sampah harian yang terkumpul.
Data tersebut selanjutnya dapat diakses oleh pemerintah kelurahan, perangkat daerah terkait, hingga DPRD untuk kebutuhan pemantauan dan evaluasi.
“Kita bisa melihat data sampah bulanan dan mengetahui wilayah yang memiliki potensi sampah bernilai ekonomi tinggi,” jelas Ardiansyah.
Selain itu, sistem digital juga dinilai dapat meningkatkan transparansi pengelolaan bank sampah karena warga dapat memantau perkembangan tabungan sampah secara lebih terbuka.





