MEGAPOLITIK.COM - DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengambil langkah strategis untuk mengembalikan fungsi Pasar Pagi sebagai pusat aktivitas ekonomi utama di Kota Tepian.
Pasca-revitalisasi, pasar yang sebelumnya menjadi salah satu sentra perdagangan terbesar itu dinilai belum kembali menggeliat seperti masa kejayaannya.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai tantangan utama saat ini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan bagaimana pemerintah mampu menghidupkan kembali arus kunjungan dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
“Bangunan sudah jadi. Sekarang yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah melakukan upaya agar kunjungannya bisa kembali seperti sebelumnya,” kata Abdul Rohim, Senin (8/6/2026).
Revitalisasi Selesai, Tantangan Baru Muncul
Menurut Abdul Rohim, sejak tahap perencanaan DPRD telah menerima pemaparan desain revitalisasi Pasar Pagi.
Namun kala itu, belum ada proyeksi yang secara spesifik memperhitungkan potensi penurunan jumlah pengunjung setelah pasar selesai dibangun.
Kondisi tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, yang dinilai perlu melengkapi pembangunan fisik dengan strategi pemulihan ekonomi kawasan.
Dorongan Strategi Promosi hingga Keterlibatan ASN
Untuk mengembalikan daya tarik Pasar Pagi, Abdul Rohim mendorong Pemkot Samarinda menyusun strategi pemasaran yang lebih aktif dan terukur.
Salah satu opsi yang ia usulkan adalah mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja di Pasar Pagi melalui program-program tertentu, sehingga dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi pedagang.
“Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan oleh Pemkot adalah dengan melibatkan ASN-nya untuk berbelanja di Pasar Pagi melalui program-program tertentu,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai sinergi antara pemerintah dan pedagang perlu diperkuat, khususnya dalam hal promosi dan peningkatan daya saing pasar.
Pasar Pagi Diminta Kembali Jadi Pusat Grosir
Lebih jauh, DPRD Samarinda menekankan pentingnya mengembalikan Pasar Pagi sebagai pusat perdagangan grosir di Kota Samarinda.
Menurut Abdul Rohim, pasar tersebut harus memiliki segmentasi yang jelas agar mampu bersaing dengan pusat perdagangan lain.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harga agar tetap kompetitif, sehingga Pasar Pagi tidak hanya menarik bagi warga lokal, tetapi juga pembeli dari luar daerah seperti pada masa sebelumnya.
“Pasar Pagi harus punya market yang jelas. Dulu pasar ini bukan hanya melayani masyarakat Samarinda, tetapi juga pembeli dari luar daerah,” katanya.
Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Penggerak Ekonomi
Abdul Rohim menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur yang telah dibangun.
Lebih penting dari itu adalah bagaimana pasar tersebut kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup dan mampu menggerakkan roda perdagangan masyarakat.
“Kita menginginkan proyek tersebut dapat berdampak kepada masyarakat dan menggerakkan ekonomi secara langsung,” tutupnya. (adv)





