MEGAPOLITIK.COM - Pada Kamis (6/5/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima audiensi dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan ini, Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pembangunan wilayah kepulauan, pesisir, dan daerah perbatasan melalui penguatan infrastruktur, konektivitas, layanan dasar, hingga pengembangan sektor kemaritiman.
Program Perkuatan Kepulauan Sebagai Pendukung Misi Asta Cita
- Agus Harimurti Yudhoyono Kawal Ketat Pembangunan Proyek Giant Sea Wall Pantura, Berikut Pejabat yang Terlibat Didalamnya
- Dari Rumah Murah hingga Satgas PHK, Ini Deretan Janji Prabowo untuk Buruh di Hari Buruh 2026…
- Pengadaan Ribuan Motor SPPG Hampir Rp1 Triliun, Urgensinya untuk Program MBG Justru Dipertanyakan
Melalui Program Perkuat Kepulauan, pemerintah menyasar pembangunan pelabuhan perikanan guna mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan di seluruh Indonesia.
Hal ini relevan dengan misi Asta Cita yang merupakan misi utama dari pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming yang secara garis besar berasumsi bahwa pembangunan harus dimulai dari pinggiran.
Masalah Komunikasi di Perbatasan
Dalam kesempatan ini permasalahan komunikasi di perbatasan juga menjadi poin penting yang dibahas dalam audiensi di Istana tersebut.
Wapres Gibran Rakabuming menjadikan program ini sebagai solusi atas keterbatasan akses informasi dan konektivitas bagi warga di wilayah terluar Indonesia.
Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi ini menyebabkan banyak wilayah menjadi blank spot atau hanya memiliki sinyal lemah, terutama di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, Papua dengan Papua Nugini, serta pulau-pulau terluar NTT dengan Timor Leste.
Kondisi ini menyulitkan koordinasi aparat keamanan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penyebaran informasi kepada masyarakat, ditambah lagi dengan interferensi sinyal dari negara tetangga yang membuat warga lebih banyak mengonsumsi konten asing, yang mencakup cakupan informasi nasional.
Selain itu, hambatan bahasa dan budaya, kemerosotan digital, serta koordinasi antar lembaga yang kurang lancar akibat medan geografis yang sulit dan cuaca ekstrem semakin melemahkan situasi, sehingga program pembangunan pemerintah pusat sering kali kurang efektif dan hoax mudah menyebar di wilayah terdepan tersebut.
Kunjungan ke Daerah Perbatasan dan Audiensi ASPEKSINDO Sebagai Bukti Nyata Program Perkuatan Kepulauan
Pemerintah telah menjadwalkan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming untuk melakukan kunjungan ke daerah perbatasan untuk melakukan peninjauan langsung infrastruktur di daerah yang selama ini terpinggirkan.
Selama akhir tahun 2025 Wapres Gibran Rakabuming telah melakukan kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu untuk meninjau program prioritas pemerintah, menyapa nelayan, dan meninjau fasilitas di Kepulauan Seribu.
Kemudian ke Kepulauan Nias dan Kota guna melakukan panen lobster perdana di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan di wilayah kepulauan.
Pada tahun 2026, Wapres Gibran Rakabuming berkomitmen untuk terus menyatakan keinginan penguatan pembangunan wilayah kepulauan dan pesisir, dengan cara menerima audiensi dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) pada 6-7 Mei 2026.
Dalam kesempatan ini juga menghadirkan Tenaga Ahli ASPEKSINDO, Ukhy Sukirman, serta jajaran pengurus asosiasi menyampaikan aspirasi daerah. ( jay)
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen pada Awal 2026, Ternyata Faktor Ini Ikut Berperan
- Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT ASEAN 48 Cebu Filipina Bahas Konflik Timur Tengah, Berikut 3 Pejabat Kabinet Merah Putih yang Mendampinginya!
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen: Rupiah Justru Anjlok, Ini Penyebabnya





