MEGAPOLITIK.COM - Iran menegaskan bahwa pihaknya siap menghentikan perang besar yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi syaratnya sangat tegas, serangan terhadap Gaza serta agresi militer terhadap Iran dan sekutunya harus dihentikan secara total.
Tehran secara resmi menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat, menyatakan bahwa gencatan senjata hanya dapat dipertimbangkan jika kondisi tersebut dipenuhi.
Iran menyampaikan posisinya melalui media resmi dan pejabat senior yang dikutip oleh media internasional.
Pernyataan Iran ini muncul setelah pemerintah Pakistan menyampaikan proposal damai 15 poin dari pemerintahan Amerika Serikat, yang mencakup rencana gencatan senjata dan beberapa syarat dari Washington.
Iran membalas dengan menolak usulan tersebut dan menguraikan beberapa kondisi sendiri yang harus dipenuhi agar konflik bisa diakhiri.
Iran Tolak Proposal Damai AS dan Menetapkan Syarat
Menurut laporan media, Iran menolak dengan tegas proposal perdamaian berbasis 15 poin dari Amerika Serikat yang disampaikan melalui perantara Pakistan pada 25 Maret 2026, dengan alasan proposal tersebut “tidak realistis” dan tidak memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi Iran serta pihak-pihak di kawasan.
Sebagai gantinya, Iran menyampaikan lima syarat utama untuk penghentian perang yang intinya mencakup penghentian sementara dan permanen dari tindakan militer agresif baik terhadap Gaza maupun terhadap wilayah dan sekutu Iran.
Syarat-syarat ini, menurut pejabat senior yang dikutip, termasuk larangan serangan, jaminan mekanisme untuk mencegah dimulainya kembali perang, kompensasi atas kerusakan akibat konflik, dan pengakuan atas hak kedaulatan tertentu oleh Iran.
Walaupun laporan lengkap tentang setiap syarat belum dipublikasikan secara resmi, syarat utama yang ditekankan adalah penghentian agresi militer khususnya ke Gaza dan wilayah Palestina lainnya sebelum pembicaraan gencatan senjata dapat dilanjutkan.
Iran menyatakan bahwa perang hanya dapat diakhiri ketika kondisi-kondisi tersebut terpenuhi dan pada waktu yang ditentukan oleh Iran sendiri, dengan fokus pada jaminan keamanan dan penghentian serangan.
Pernyataan ini sekaligus menolak klaim bahwa Iran secara aktif berunding langsung dengan Amerika Serikat untuk mencari gencatan senjata secara formal.
Syarat Iran Berhenti Perang
Poin utama dari pernyataan Iran yang menegaskan kesiapan menghentikan perang meliputi:
- Penghentian total serangan ke Gaza dan seluruh agresi militer terhadap Gaza serta warga sipil Palestina sebagai bagian dari syarat bagi proses perdamaian.
- Jaminan permanen bahwa agresi di masa depan tidak akan dilanjutkan, termasuk mekanisme hukum atau diplomatik yang jelas.
- Pembayaran kompensasi atas kerusakan dan korban perang yang diderita Iran dan sekutunya selama konflik berlangsung sebagai bagian dari kesepakatan akhir.
- Pengakuan terhadap kedaulatan Iran atas wilayah-wilayah strategis, termasuk hak atas jalur navigasi penting seperti Selat Hormuz, sebagai jaminan bahwa konflik tidak akan terulang.
Dengan menetapkan syarat-syarat tersebut, Iran menunjukkan bahwa penghentian perang tidak bisa menjadi keputusan sepihak atau hasil dari tekanan luar.
Iran menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai jika mereka merasa kondisi keamanan dan kepentingan nasionalnya benar-benar dipenuhi.
Penekanan Iran pada Situasi di Gaza
Salah satu unsur utama dalam pernyataan Iran adalah penekanan pada Gaza.
Iran mengklaim bahwa perang tidak dapat diakhiri secara permanen tanpa penghentian serangan terhadap Gaza dan pemberian jaminan keselamatan bagi warga sipil Palestina, yang menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri Iran terkait konflik regional. (daf)





