MEGAPOLITIK.COM - Nama Lita Gading, atau yang dikenal dengan Dr. Lita Gading, bersama seorang advokat mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus uang pensiun anggota DPR.
Langkah ini dilandasi pandangannya bahwa pemberian pensiun seumur hidup kepada anggota dewan, meski hanya menjabat satu periode, merupakan bentuk ketidakadilan dan beban bagi keuangan negara.
Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan sosial karena rakyat biasa harus bekerja puluhan tahun untuk memperoleh pensiun.
Dalam pandangannya, sistem seperti itu memperlebar kesenjangan antara pejabat dan masyarakat yang selama ini menanggung beban anggaran melalui pajak.
Lalu siapa sebenarnya sosok Dr. Lita Gading?
Dr. Lita Gading memiliki nama lengkap Lita Linggayani Gading, seorang psikolog dan konsultan asal Indonesia yang juga dikenal sebagai figur publik dengan pandangan tegas terhadap berbagai isu sosial.
Ia lahir pada 10 September 1975 dan menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta, lalu melanjutkan ke jenjang Magister Psikologi di Universitas Langnan, Hong Kong, serta mengambil Profesi Psikologi di Universitas Persada Indonesia YAI.
Gelar doktoralnya ia raih di bidang Psikologi Klinis, yang kemudian menjadi dasar keahliannya dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan mental, hubungan keluarga, dan karakter manusia.
Lita juga merupakan pendiri sekaligus CEO Lita Gading Consultant, lembaga yang bergerak di bidang konseling, hipnoterapi, grafologi, serta konsultasi pernikahan.
Pernah Meniti Karier di Dunia Hiburan
Sebelum dikenal sebagai psikolog, Dr. Lita Gading lebih dulu meniti karier di dunia hiburan tanah air.
Lita Gading sempat bermain dalam sejumlah sinetron populer seperti Cincin yang dibintangi Dude Harlino dan Naysila Mirdad, serta Buah Terlarang bersama Wulan Guritno.
Selain itu, ia juga muncul dalam beberapa judul lain seperti Intan, Suci, dan Selma Sang Matahari.
Tidak hanya di layar kaca, Lita Gading juga terjun ke layar lebar dengan membintangi film Warkop Millenium dan Kereta Setan Manggarai.
Di luar dunia akting, Lita Gading aktif menjadi model iklan berbagai merek terkenal, di antaranya Mie Sedap, Mitsubishi, dan Teh Botol Sosro.
Pengalaman panjangnya di industri hiburan membuat namanya cukup dikenal publik sebelum akhirnya fokus menempuh pendidikan tinggi dan berprofesi sebagai psikolog.
Tuntutan: Hapus Pensiun DPR
Pada 10 Oktober 2025, Dr. Lita Gading dan advokat Syamsul Jahidin menjadi pemohon dalam perkara uji materi bernomor 176/PUU-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi.
Mereka menantang sejumlah pasal dalam UU No. 12 Tahun 1980 tentang Hak Keuangan / Administratif Pimpinan dan Anggota Lembaga Tinggi Negara khususnya Pasal 1 huruf a, Pasal 1 huruf f, dan Pasal 12 ayat (1).
Inti dari permohonannya adalah bahwa pemberian pensiun seumur hidup kepada anggota DPR meskipun mereka hanya menjabat satu periode (5 tahun) menciptakan ketimpangan hukum dan membebani anggaran negara.
Dalam gugatannya, Lita Gading menyebut bahwa anggota DPR bisa memperoleh pensiun seumur hidup meskipun masa jabatannya hanya satu periode (5 tahun).
Dia juga menyoroti bahwa sistem pensiun anggota DPR berbeda jauh dengan sistem pensiun bagi pekerja atau ASN yang mensyaratkan masa kerja panjang dan kontribusi terus-menerus.
Salah satu argumen kuat dalam gugatannya adalah soal penggunaan dana publik bahwa pajak rakyat digunakan untuk membayar pensiun anggota DPR, yang dianggap tidak proporsional.
Pemohon menyebut bahwa beban APBN akibat pensiun anggota DPR sejak 1980 hingga kini diperkirakan mencapai sekitar Rp 226,015 miliar.
Pada sidang perdana di MK, hakim mengajukan sejumlah pertanyaan kritis kepada para pemohon, termasuk tentang alasan utama di balik permohonan penghapusan pensiun serta alternatif yang bisa diajukan supaya tetap adil bagi anggota DPR.
Ketua hakim sempat menanyakan, “anggota DPR juga pernah bekerja, mengapa hak pensiun mereka dihapus? Apa solusi Anda jika dihapus?”
Lita Gading juga meminta dukungan publik agar aksi penghapusan pensiun DPR tersebut bisa menjadi tonggak perubahan sistem yang lebih adil.
Ia juga menegaskan bahwa hak warga untuk mengajukan gugatan ke MK harus dihormati.
Pernah Berseteru dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela
Dr. Lita Gading juga pernah berseteru dengan pasangan musisi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela.
Perseteruan itu bermula dari unggahan Lita Gading di Instagram yang menilai ucapan Ahmad Dhani soal Maia Estianty bisa berdampak buruk pada psikologis anaknya, Safeea.
Ahmad Dhani kemudian melaporkan Lita Gading ke polisi karena unggahannya dianggap melanggar UU Perlindungan Anak dan UU ITE.
Lita Gading membantah tudingan itu dan menegaskan bahwa unggahannya bersifat edukatif sebagai psikolog, bukan serangan pribadi.
Dia mengatakan bahwa ia justru ingin melindungi anak dari serangan netizen, dan menyatakan tidak takut menghadapi laporan tersebut.
Hingga kini, Lita Gading kerap melontarkan sindiran halus terhadap Ahmad Dhani dan Mulan Jameela melalui media sosialnya. (daf)





