MEGAPOLITIK.COM - Pemerintah Korea Selatan berencana membebaskan visa turis Indonesia dan memperluas rute internasional ke bandara daerah demi menarik 30 juta wisatawan asing per tahun.
Pemerintah Korea Selatan resmi mengumumkan strategi besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing, termasuk rencana pembebasan visa bagi turis asal Indonesia.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya ambisius untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah luar kota besar.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam 11th National Tourism Strategy Meeting yang digelar pada 25 Februari dan dihadiri Presiden Lee Jaemyung.
Fokus utama kebijakan ini adalah memperluas akses masuk wisatawan serta memastikan sistem pariwisata yang lebih adil dan transparan.
Indonesia Masuk Daftar Negara Prioritas Bebas Visa
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah rencana pembebasan visa bagi turis asal Indonesia.
Dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai sebagai pasar potensial untuk mendongkrak kunjungan wisata ke Korea Selatan.
Selain Indonesia, pemerintah juga mengusulkan visa multiple-entry berdurasi lima tahun bagi warga China dan 11 negara Asia Tenggara yang pernah berkunjung ke Korea.
Sistem pemeriksaan imigrasi otomatis pun akan diperluas ke lebih banyak negara, termasuk kawasan Uni Eropa.
Langkah ini diharapkan mampu mempermudah akses masuk dan meningkatkan angka kunjungan ulang wisatawan asing.
Perluasan Rute Internasional ke Bandara Daerah
Tak hanya fokus pada kebijakan visa, pemerintah Korea juga akan memperluas rute internasional langsung ke bandara-bandara daerah.
Biaya penggunaan bandara regional akan diturunkan guna menarik maskapai membuka rute baru.
Selain itu, penerbangan charter dari kota-kota regional di China menuju bandara daerah Korea akan ditambah.
Layanan bus bandara diperluas hingga wilayah Chungcheong dan Gangwon, sementara penerbangan domestik serta periode pemesanan awal tiket KTX juga akan ditingkatkan.
Kebijakan ini bertujuan mengurangi penumpukan wisatawan di Seoul dan kota besar lainnya, sekaligus menghidupkan pariwisata lokal.
Target 30 Juta Turis Lewat Program “Visit Korea Year”
Pemerintah juga meluncurkan program berskala besar bertajuk “Visit Korea Year” yang akan berlangsung selama tiga tahun mulai tahun depan hingga 2029.
Targetnya ambisius, yakni menarik 30 juta turis asing per tahun.
Untuk menjaga kualitas layanan, pengelolaan puluhan ribu akomodasi akan diawasi langsung oleh Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata.
Aturan transparansi harga hotel dan restoran juga akan diperketat guna mencegah lonjakan tarif yang tidak wajar, lengkap dengan mekanisme sanksi dan kompensasi bagi turis.
Dengan kombinasi kemudahan visa, perluasan rute, dan penataan infrastruktur, Korea Selatan optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi utama wisata global. (sal)





