Kamis, 2 April 2026

Sejarah Niat Amerika Ingin Kuasai Greenland, Trump Bukan yang Pertama

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:4

POTRET William H. Seward, Donald Trump dan Harry S Truman/ ASET IST (Kolase oleh Megapolitik.com)

MEGAPOLITIK.COM - Wacana Amerika Serikat ingin menguasai Greenland kembali mencuat setelah Donald Trump, Presiden AS menjabat saat ini, secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk membeli wilayah tersebut.

Pernyataan ini sempat menuai kontroversi global dan dianggap tidak lazim dalam diplomasi modern.

Namun jika ditelusuri lebih dalam, niat Amerika untuk menguasai Greenland bukanlah hal baru.

Trump bukan presiden AS pertama yang melirik pulau terbesar di dunia itu.

Greenland telah lama dipandang Washington sebagai wilayah strategis, baik dari sisi geopolitik, militer, maupun ekonomi.

Sejarah menunjukkan ketertarikan Amerika terhadap Greenland sudah berlangsung lebih dari satu abad.

Awal Ketertarikan Amerika terhadap Greenland

Niat Amerika Serikat untuk memiliki Greenland pertama kali muncul pada abad ke-19.

Pada tahun 1867, tak lama setelah membeli Alaska dari Rusia, pemerintah AS mulai mempertimbangkan kemungkinan membeli Greenland dan Islandia dari Denmark.

Saat itu, Amerika tengah gencar memperluas pengaruh teritorialnya di kawasan Atlantik dan Arktik.

Meski rencana tersebut tidak berlanjut ke meja negosiasi resmi, dokumen internal pemerintah AS menunjukkan bahwa Greenland sudah dipandang sebagai aset strategis sejak lama.

Perang Dunia II dan Peran Strategis Greenland

Ketertarikan Amerika terhadap Greenland semakin menguat saat Perang Dunia II.

Ketika Denmark diduduki Jerman Nazi pada 1940, Amerika Serikat mengambil peran penting dalam “melindungi” Greenland.

AS membangun sejumlah pangkalan militer di wilayah tersebut untuk mencegah ekspansi Jerman di Atlantik Utara.

Dari titik ini, kehadiran militer Amerika di Greenland menjadi permanen.

Hingga kini, Pangkalan Udara Thule—yang kini dikenal sebagai Pituffik Space Base—masih menjadi bagian penting dari sistem pertahanan dan peringatan dini AS.

Upaya Pembelian Greenland Era Pasca-Perang

Pada 1946, Presiden Harry S. Truman secara resmi mengajukan tawaran kepada Denmark untuk membeli Greenland dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS dalam bentuk emas.

Denmark menolak tawaran tersebut, tetapi kesepakatan kerja sama militer tetap berlanjut.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink