Kamis, 2 April 2026
Dewan Pertahanan Nasional

Profil Noe Vokalis Letto, Anak Cak Nun yang Ditunjuk Jadi Tenaga Ahli DPN

Cek latar belakang Noe Letto

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:4

DPN RI - Profil Noe Letto, vokalis band Letto anak Cak Nun yang resmi ditunjuk jadi Tenaga Ahli DPN RI (Foto: Instagram @sabrangmdp_official)

MEGAPOLITIK.COM - Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal publik sebagai Noe vokalis band Letto, kini memasuki babak baru dalam karier profesionalnya.

Sosok Noe yang selama ini dikenal lewat karya musiknya kini resmi ditunjuk menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia oleh Kementerian Pertahanan RI.

Lantas, siapa sosok Noe? Dikenal sebagai vokalis Letto, bagaimana latar belakang dari Noe? Simak informasinya berikut!

Biodata Noe, Vokalis Band Letto

Nama lengkap: Sabrang Mowo Damar Panuluh
Nama populer: Noe
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 10 Juni 1979
Agama: Islam
Pendidikan: Sarjana Matematika dan Fisika University of Alberta, Kanada
Pekerjaan: Musisi, pencipta lagu, tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional
Instagram: @sabrangmdp_official
Pasangan: Fauzia Fajar Putri
Anak: 2
Orang tua: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Neneng Suryaningsih

Profil Noe Letto

Sabrang Mowo Damar Panuluh, akrab disapa Noe, lahir pada 10 Juni 1979 di Yogyakarta dan dikenal luas sebagai vokalis serta keyboardis band pop Letto.

Nama Letto melejit sejak awal 2000-an dengan lagu-lagu, seperti Sandaran Hati dan Ruang Rindu, yang menjadi hits di Tanah Air.

Noe adalah anak dari budayawan terkenal Emha Ainun Nadjib, yang lebih dikenal sebagai Cak Nun.

Cak Nun, atau Emha Ainun Nadjib, adalah seorang intelektual muslim, penyair, esais, kyai, ulama, dan budayawan Indonesia yang sangat dihormati, dikenal karena karya sastra bernuansa Islami dan kritik sosialnya yang tajam, serta memimpin kelompok < Maiyah dan Gamelan Kiai Kanjeng, menginisiasi diskusi lintas disiplin ilmu dengan tema kebangsaan dan spiritualitas.

Perjalanan keluarganya mengalami perubahan ketika Noe menginjak usia enam tahun, kemudian ia memiliki sosok ibu tiri, Novia Kolopaking, yang dikenal luas sebagai penyanyi sekaligus aktris Tanah Air.

Noe resmi mempersunting Fauzia Fajar Putri pada Februari 2010.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak bernama Rih Anawai Lu’lu Bodronoyo dan Miyah Azali Mudraia Ismoyo.

Pendidikan Noe Letto

Noe mengawali perjalanan pendidikannya di SD 1 Yosomulyo, lalu melanjutkan ke SMP Xaverius di Lampung.

Setelah menyelesaikan jenjang SMP, Noe memilih kembali ke Yogyakarta untuk bersekolah di SMAN 7 Jogja.

Dalam menentukan sekolah untuk putranya, Cak Nun sengaja tidak mengarahkan Noe ke sekolah unggulan atau institusi berlabel tertentu.

Pilihan tersebut diambil agar Noe tumbuh di lingkungan yang beragam dan mampu berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat.

Usai menamatkan pendidikan menengah, Noe merantau ke Kanada.

Noe menempuh studi di University of Alberta dengan mengambil bidang Matematika dan Fisika.

Latar belakang akademik itu kemudian mengantarkan Noe kerap diundang ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk berbagi wawasan dan pengetahuan.

Karier Noe Letto

Perjalanan karier Noe bermula dari dunia musik lewat band Letto yang ia bentuk pada 2004 bersama sejumlah sahabatnya.

Dalam perjalanannya, formasi Letto sempat mengalami beberapa kali perubahan personel.

Seiring waktu, komposisi band pun mengerucut pada empat nama utama, yakni Ari Prastowo atau Arian (gitar), Dedy Riyono alias Dhedot (bass), Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe (vokal dan keyboard), serta Agus Riyono atau Patub (drum).

Band pop Letto ini resmi menandai debutnya di industri musik Tanah Air pada 2005 melalui album perdana bertajuk Truth, Cry, and Lie.

Kesuksesan album pertama membuka jalan bagi karya-karya Letto berikutnya.

Pada 2007, Letto merilis album kedua Don’t Make Me Sad, disusul Lethologica pada 2009 dan Cinta Bersabarlah pada 2011.

Setelah itu, Letto juga tetap produktif dengan merilis single Fatwa Hati pada 2020.

Tak hanya berkutat di dunia tarik suara, pria kelahiran 10 Juni 1979 ini juga melebarkan sayap ke industri perfilman.

Pada 2008, Noe mendirikan rumah produksi Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman.

Melalui label tersebut, sejumlah film telah diproduksi, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, serta Sampai Nanti, Hanna!. Dalam berbagai catatan perfilman, Noe tercantum sebagai produser untuk film-film tersebut.

Penunjukan sebagai Tenaga Ahli DPN

Pada 15 Januari 2026, Noe secara resmi dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) bersama 11 pakar lainnya oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di lingkungan Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Menurut keterangan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan RI, penunjukan Noe sebagai tenaga ahli berdasarkan kompetensi, rekam jejak keahlian, dan kebutuhan organisasi, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga atau faktor non-institusional lainnya.

Sebagai Tenaga Ahli Madya di DPN, Noe akan memberikan dukungan pemikiran strategis, studi, dan rekomendasi sesuai keahliannya untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional.

(apr)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink