MEGAPOLITIK.COM - Pesawat Boeing KC 135 yang menjadi pompa bensin terbang milik Amerika Serikat mengalami keadaan darurat dan dinyatakan hilang di atas langit Qatar pada Selasa (5/5/2026) waktu setempat.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut terbang berputar-putar di udara untuk beberapa saat, sebelum mulai turun untuk mendarat.
Apa Itu Pesawat Boeing KC-135?
Pesawat ini merupakan pesawat jenis Boeing KC-135 Stratotanker.
Pesawat ini berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar terbang untuk pesawat militer AS meliputi Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan negara-negara sekutu dengan muatan 200.000 pon (90.719 kilogram).
KC-135 juga mampu mengangkut pasien yang terbaring dan pasien yang dapat berjalan menggunakan palet pendukung pasien selama evakuasi medis udara.
Pesawat ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti empat mesin turbofan, yang dipasang di bawah sayap dengan sudut sapuan 35 derajat, menggerakkan KC-135 untuk lepas landas dengan berat kotor hingga 322.500 pon serta kecepatan terbang 530 mil per jam pada ketinggian 30.000 kaki (9.144 meter).
Dek kargo di atas sistem pengisian bahan bakar dapat menampung muatan campuran penumpang dan kargo.
Tergantung pada konfigurasi penyimpanan bahan bakar, KC-135 dapat membawa hingga 83.000 pon kargo.
Pesawat Boeing KC-135 Stratotanker Hilang di Langit Qatar
Dilansir dari Sunday Guardian, pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA) sebelum memasuki wilayah Teluk, tak lama kemudian ia mengeluarkan sinyal bahaya "7700", yang menyatakan keadaan darurat dalam penerbangan saat terbang di atas Teluk Persia di lepas pantai Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pesawat Amerika itu lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA) sebelum sinyalnya hilang di atas Qatar setelah melakukan pengisian ulang bahan bakar.
Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pesawat tersebut dilaporkan beroperasi di atas Timur Tengah untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung.
Pesawat tersebut dilaporkan hanya terbang berputar-putar sebelum mengubah arah dan turun menuju Qatar, yang menjadi lokasi instalasi militer utama AS.
Sinyal pesawat akhirnya hilang di dekat wilayah udara Qatar.
Hingga saat ini pihak berwenang belum mengkonfirmasi penyebab keadaan darurat tersebut.
Belum ada pernyataan resmi dari militer AS mengenai status pesawat, jumlah awak di dalamnya, atau apakah pesawat tersebut mendarat dengan selamat, ataupun konfirmasi yang menghubungkan insiden tersebut dengan tindakan permusuhan.
Begitupun dengan pihak dari Iran, sampai sekarang belum ada pernyataan dari Iran yang mengindikasikan keterlibatannya dalam keadaan darurat pesawat militer AS tersebut. (jay)





