MEGAPOLITIK.COM - Pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Negosiasi maraton itu digelar untuk meredakan konflik regional dan memperkuat gencatan senjata yang rapuh.
Amerika Serikat dan Iran meninggalkan lokasi tanpa penandatanganan dokumen resmi.
Perbedaan tajam dalam isu nuklir dan keamanan kawasan menjadi penyebab utama kebuntuan.
Pakistan sebagai mediator masih berharap dialog lanjutan dapat digelar dalam waktu dekat.
Pembicaraan tingkat tinggi tersebut dikenal sebagai Islamabad Talks dan berlangsung pada 11–12 April 2026.
Negosiasi dilakukan dalam tiga putaran, termasuk pertemuan langsung antara delegasi Amerika Serikat dan Iran.
Tujuan utama pertemuan adalah menstabilkan gencatan senjata dalam konflik 2026 serta membuka jalan menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Namun, meski berlangsung panjang, pembahasan utama justru menemui hambatan pada isu strategis.
Isu Utama yang Dibahas dalam Pertemuan
Beberapa poin besar yang menjadi fokus negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran meliputi:
1. Program Nuklir Iran
Amerika Serikat menuntut komitmen tegas Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan kemampuan pengayaan uranium.
Iran menolak tuntutan tersebut dan menyebut Amerika Serikat tidak memberikan jaminan kepercayaan yang cukup.
Perbedaan sikap ini disebut sebagai faktor utama kegagalan kesepakatan.
2. Status Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi topik penting karena jalur ini krusial bagi perdagangan energi global.
Amerika Serikat menginginkan kebebasan navigasi, sementara Iran menegaskan kontrolnya atas kawasan tersebut sebagai bagian dari kepentingan keamanan nasional.
Perbedaan pandangan ini tidak menemukan titik temu.
3. Gencatan Senjata dan Keamanan Kawasan
Pertemuan juga membahas keberlanjutan gencatan senjata dua minggu yang rapuh setelah konflik militer.
Baik Amerika Serikat dan Iran berupaya merumuskan mekanisme pengawasan, namun belum ada kesepakatan konkret.
4. Aset Iran yang Dibekukan dan Kompensasi Perang
Delegasi Iran meminta pembebasan aset yang dibekukan serta kompensasi atas serangan sebelumnya.
Amerika Serikat tidak menyetujui tuntutan tersebut dalam kerangka kesepakatan awal.
5. Pembukaan Kembali Jalur Energi Global
Negosiasi juga menyinggung upaya memulihkan stabilitas pasar minyak global dan menjamin jalur ekspor energi tetap aman.
Isu ini berkaitan langsung dengan situasi di Selat Hormuz.
Penyebab Kegagalan
Setelah 21 jam negosiasi, kedua pihak saling menyalahkan.
Amerika Serikat menyebut Iran menolak garis merah terkait nuklir, sedangkan Iran menilai AS terlalu memaksakan syarat sepihak.
Perbedaan tersebut membuat pembicaraan tidak menghasilkan dokumen kesepakatan atau nota kesepahaman. (daf)





