Kamis, 2 April 2026

Perbedaan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus dan Novel Baswedan

Ini Dampak Serangan terhadap Korban

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:18

KASUS - Novel Baswedan dan Andrie Yunus pernah menjadi korban serangan penyiraman air keras (Kolase: Mega Politik)

MEGAPOLITIK.COM - Kasus penyiraman air keras kembali menjadi perhatian publik setelah aktivis HAM Andrie Yunus mengalami serangan serupa.

Peristiwa ini mengingatkan masyarakat pada kasus yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan pada tahun 2017.

Meski sama-sama menggunakan modus penyiraman air keras, kedua kasus tersebut memiliki sejumlah perbedaan penting, mulai dari konteks kejadian, latar belakang korban, hingga perkembangan proses hukum.

Berikut Mega Politik telah merangkum perbedaan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan Novel Baswedan.

Perbedaan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus dan Novel Baswedan

Latar Belakang Korban

Perbedaan paling terlihat antara kedua kasus ini adalah latar belakang profesi dan aktivitas korban.

Novel Baswedan merupakan penyidik senior di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat serangan terjadi pada 2017, No Novel Baswedan vel sedang menangani penyidikan kasus mega korupsi Skandal korupsi e-KTP yang menyebabkan kerugian negara hingga sekitar Rp2,3 triliun.

Sementara itu, Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Andrie yunus aktif menyuarakan kritik terkait isu hak asasi manusia (HAM) serta kebijakan negara, termasuk pembahasan mengenai kebijakan pertahanan dan keamanan, seperti UU TNI.

Waktu dan Kronologi Serangan

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017.

Serangan berlangsung saat Novel Baswedan pulang dari salat subuh di dekat rumahnya.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink