MEGAPOLITIK.COM - Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus memanas.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan tiga syarat utama yang harus dipenuhi jika konflik ingin segera diakhiri.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada perdamaian kawasan.
Namun, menurutnya, penghentian perang hanya bisa terjadi jika pihak Amerika Serikat dan Israel bersedia memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Iran.
Tiga syarat tersebut antara lain:
- pengakuan terhadap hak-hak sah Iran
- pembayaran kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama perang
- serta jaminan internasional yang kuat agar tidak terjadi agresi militer di masa depan.
Menurut Masoud Pezeshkian, konflik ini dipicu oleh tindakan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.
Oleh karena itu, penyelesaian perang harus disertai tanggung jawab yang jelas dari pihak yang dianggap memulai konflik.
Ancaman Iran Jika Infrastruktur Diserang
Pernyataan presiden Iran ini muncul di tengah meningkatnya tensi militer di kawasan Teluk.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, memperingatkan bahwa negaranya siap melakukan serangan balasan jika fasilitas strategis Iran diserang.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pelabuhan atau pusat ekonomi di kawasan Teluk Persia yang akan aman apabila Washington memutuskan untuk menyerang fasilitas pelabuhan Iran.
Shekarchi bahkan menyebut seluruh pelabuhan dan dermaga di kawasan tersebut bisa menjadi target sah bagi militer Iran jika serangan terhadap wilayah Iran benar-benar terjadi.
Pernyataan keras tersebut juga disertai seruan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengusir keberadaan militer Amerika Serikat dari wilayah mereka.
Israel Nilai Perang Belum Mendekati Akhir
Sementara itu, laporan media internasional menyebut bahwa pejabat Israel menilai konflik dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Menurut laporan diskusi internal pemerintah Israel, tidak ada jaminan bahwa perang yang sedang berlangsung dapat menjatuhkan sistem pemerintahan ulama di Iran.
Konflik ini sendiri telah memicu kerusakan besar di sejumlah wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan udara yang terjadi disebut telah menewaskan banyak warga sipil serta menghancurkan rumah dan bangunan publik.
Selain dampak militer, tekanan ekonomi juga semakin terasa di Iran akibat sanksi internasional yang terus diperketat.
Kondisi ini membuat situasi domestik semakin sulit bagi masyarakat Iran di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda akan mereda. (sal)





