MEGAPOLITIK.COM - Di balik sosok Annisa Mahesa yang kini dikenal sebagai anggota DPR RI termuda periode 2024-2029, terdapat kisah panjang perjuangan sang ayah, Desmond Junaidi Mahesa.
Jauh sebelum namanya dikenal sebagai politisi senior Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa adalah seorang aktivis yang pernah menjadi korban penculikan pada masa Orde Baru.
Perjalanan hidup Desmond Junaidi Mahesa menjadi bagian dari sejarah Reformasi 1998, sekaligus membentuk jejak politik keluarga Annisa Mahesa di Senayan.
Diculik pada 1998 di Tengah Gejolak Politik
Pada 3 Februari 1998, Desmond Junaidi Mahesa yang saat itu menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN) beraktivitas seperti biasa di kantornya di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.
Desmond Junaidi Mahesa tidak menyangka hari itu menjadi awal penculikan yang membuatnya menghilang selama dua bulan.
Setelah meninggalkan kantor dan menaiki bus menuju Kampung Melayu, Desmond Junaidi Mahesa dihadang dua pria bersenjata.
Dalam kondisi kaget dan kacamata yang terjatuh, Desmond Junaidi Mahesa kesulitan mengenali wajah para pelaku.
Desmond Junaidi Mahesa kemudian dibawa menggunakan mobil, kepalanya ditutup, dan dipindahkan ke lokasi yang tidak pernah ia ketahui secara pasti.
Selama dalam penahanan, Desmond Junaidi Mahesa mengaku diborgol, ditutup matanya, dan diinterogasi berjam-jam mengenai aktivitas serta sikap politiknya.
Desmond Junaidi Mahesa bahkan sempat mengalami intimidasi fisik.
Desmond Junaidi Mahesa ditempatkan di sebuah bangunan besar yang sepi bersama sejumlah aktivis lainnya yang juga ditahan saat itu.
Karena keterbatasan penglihatan tanpa kacamata, Desmond Junaidi Mahesa tak mampu mengidentifikasi para penculik maupun memastikan lokasi tempat ia ditahan.
Desmond Junaidi Mahesa hanya meyakini bahwa penculikan tersebut dilakukan oleh pihak dengan organisasi yang terstruktur rapi.
Dibebaskan Setelah Dua Bulan
Desmond Junaidi Mahesa akhirnya dibebaskan pada 3 April 1998.
Desmond Junaidi Mahesa diantar menggunakan mobil dan diberi tiket pesawat menuju Banjarmasin dengan identitas berbeda.
Setibanya di Kalimantan Selatan, Desmond Junaidi Mahesa langsung melaporkan peristiwa penculikan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan dalam rangkaian kasus penculikan aktivis menjelang runtuhnya Orde Baru.
Dari Aktivis ke Anggota DPR RI Tiga Periode
Alih-alih mundur dari dunia publik, Desmond Junaidi Mahesa justru melanjutkan kiprahnya.
Desmond Junaidi Mahesa membuka kantor hukum di Jakarta sebelum akhirnya terjun ke dunia politik bersama Partai Gerindra.
Desmond Junaidi Mahesa terpilih sebagai anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut pada Pemilu 2009, 2014, dan 2019.
Selama 14 tahun di Senayan, Desmond Junaidi Mahesa dikenal fokus pada isu hukum dan keamanan sebagai anggota Komisi III DPR RI.
Pada 24 Juni 2023, Desmond Junaidi Mahesa tutup usia.
Kisah hidup Desmond Junaidi Mahesa, dari aktivis yang pernah diculik pada masa Orde Baru hingga menjadi wakil rakyat tiga periode, menjadi bagian ceriita dalam sejarah politik Indonesia.
Kini, sang putri, Annisa Mahesa, mencatatkan diri sebagai anggota DPR RI termuda pada periode 2024-2029, yang mengawali kariernya sebagai dewan di usia 23 tahun.
(est)





