MEGAPOLITIK.COM - Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, kini resmi menjadi salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan nama-nama kandidat kepada DPR RI untuk melewati proses uji kelayakan dan kepatutan.
Pengajuan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Deputi BI Juda Agung, sehingga kursi strategis di bank sentral itu harus diisi melalui prosedur resmi yang melibatkan DPR RI.
Salah satu nama yang diusulkan selain Thomas Djiwandono adalah Dicky Kartikoyono dan Solikin Juhro.
Thomas Djiwandono menjadi salah satu figur paling mencuri perhatian publik dalam kontestasi politik ekonomi saat ini karena latar belakang kariernya yang beragam dan kedekatannya dengan Presiden RI.
Langkah pemerintah memasukkan nama Thomas Djiwandono dalam bursa calon Deputi BI dipandang penting sekaligus penuh pertimbangan politik, karena posisi tersebut merupakan jabatan kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter nasional.
Karier Thomas Djiwandono
Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono berasal dari keluarga yang sudah dikenal luas dalam ranah ekonomi dan pemerintahan.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia di era 1990-an, sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Keluarga ini memiliki sejarah panjang dalam sektor ekonomi dan politik Indonesia, termasuk sebagai cicit dari pendiri Bank Negara Indonesia.
Thomas Djiwandono menempuh pendidikan di luar negeri dengan fokus pada hubungan internasional dan ekonomi internasional.
Ia meraih gelar sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Amerika Serikat, serta gelar magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS) di Washington, D.C.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mengawali karier sebagai analisis keuangan di Whitlock NatWest Securities di Hong Kong.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Thomas Djiwandono juga berpengalaman di sektor bisnis sebagai Deputy CEO di Arsari Group.
Ia kemudian terjun ke dunia politik dan aktif di Partai Gerindra, menjadi Bendahara Umum partai sejak 2014 dan pernah mencalonkan diri sebagai calon legislatif.
Pada 18 Juli 2024, Thomas Djiwandono diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan tetap menduduki posisi tersebut hingga kini.
Pencalonan Thomas Djiwandono di Deputi BI
Pencalonan Thomas sebagai Deputi BI mendapatkan sambutan beragam dari berbagai pihak.
Pemerintah, melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pencalonan Thomas Djiwandono merupakan langkah untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.
Namun, kritik juga muncul dari berbagai ekonom dan pengamat yang menyatakan bahwa pencalonan Thomas Djiwandono ini berpotensi memperlemah independensi Bank Indonesia. (daf)





