MEGAPOLITIK.COM - Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, telah memicu reaksi warga yang sangat beragam di dalam negeri serta di kalangan diaspora Iran di seluruh dunia.
Peristiwa ini, yang terjadi setelah serangan udara bersama oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026, telah membuka pemisahan tajam dalam pandangan masyarakat Iran, dengan sebagian warga merasakan kebahagiaan dan yang lain merasakan duka mendalam.
Pemimpin tertinggi negara Iran yang telah memimpin selama 36 tahun itu meninggal dunia akibat serangan yang menghancurkan kompleksnya di Teheran.
Pengumuman kematian Khamenei disiarkan melalui televisi negara dengan suasana emosional yang kuat, termasuk suara penyiar yang menangis saat menyampaikan berita itu kepada rakyat Iran.
Tanggapan Duka: Kesetiaan dan Kesedihan
Di kota‑kota besar seperti Teheran, Mashhad, dan Shiraz, banyak warga mengungkapkan kesedihan atas kehilangan tokoh yang mereka anggap sebagai pemimpin spiritual dan simbol stabilitas negara.
Ribuan orang turun ke jalan, mengenakan pakaian hitam, membawa foto Khamenei, dan menyuarakan yel‑yel dukungan serta kesetiaan kepada ajaran dan kepemimpinannya.





