MEGAPOLITIK.COM - Isu kekerasan terhadap siswa di dunia pendidikan kembali mencuat di Kalimantan Timur.
Serangkaian laporan bullying hingga dugaan pelecehan di sekolah-sekolah membuat publik resah dan mendorong DPRD Kaltim turun tangan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyoroti peningkatan kekerasan di sekolah dan menekankan bahwa masalah ini tidak bisa dipandang sepele.
Ia mengingatkan bahwa dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada psikologis serta tumbuh kembang anak.
“Dampak kekerasan itu tidak sederhana. Anak bisa mengalami trauma, tekanan emosional, sulit berinteraksi, hingga kehilangan motivasi belajar,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Kamis (11/12/2025).
Ia menambahkan, jika persoalan ini tidak segera diatasi, kualitas generasi muda yang dipersiapkan menghadapi bonus demografi 2035–2045 bisa terdampak serius.
Agus menilai penanganan kekerasan di sekolah harus dilakukan secara menyeluruh.
Tidak cukup mengandalkan satu pihak, tetapi memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, aparat penegak hukum, orangtua, hingga kelompok masyarakat.
“Seluruh pihak harus ikut terlibat. Pengawasan dan upaya perlindungan bagi anak perlu diperkuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya alur pelaporan dan penanganan kasus yang lebih jelas.
Menurutnya, selama ini masih sering muncul kebingungan mengenai prosedur pelaporan maupun pihak yang pertama kali harus menangani kasus, sehingga terjadi keterlambatan atau saling melempar tanggung jawab.
Agus menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang.
Karena itu, segala bentuk kekerasan tidak boleh diberi ruang.
“Lingkungan sekolah harus bebas dari kekerasan. Setiap institusi pendidikan wajib memastikan keamanan siswanya. Tidak boleh ada pembiaran, sekecil apa pun,” pungkasnya. (adv)





