MEGAPOLITIK.COM - Militer Amerika Serikat dilaporkan menyita sebuah kapal kontainer berbendera Iran yang mencoba melewati blokade di sekitar Selat Hormuz.
Insiden ini disebut sebagai penangkapan pertama sejak blokade terhadap pelabuhan Iran mulai diberlakukan pada pekan sebelumnya.
Operasi tersebut langsung meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk.
Menurut laporan militer Amerika Serikat, kapal tersebut dideteksi berusaha menerobos jalur yang telah dinyatakan berada dalam pengawasan blokade.
Kapal perang Amerika Serikat kemudian melakukan pencegatan dan mengeluarkan peringatan agar kapal berhenti.
Namun karena tidak mematuhi instruksi tersebut, pasukan marinir Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk USS Tripoli menggunakan helikopter, sebelum akhirnya melakukan rappelling ke kapal target dan mengambil alih kendali.
Dalam pernyataannya, pihak Amerika Serikat menyebut kapal tersebut berada dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal sebelumnya.
Pemerintah Amerika Serikat juga mengklaim tindakan tersebut dilakukan untuk menegakkan blokade yang sudah diberlakukan di kawasan tersebut.
Iran Sebut Aksi Amerika Serikat sebagai Pembajakan dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Komando militer gabungan Iran memberikan respons keras terhadap insiden tersebut.
Teheran menyebut penyitaan kapal oleh militer Amerika Serikat sebagai tindakan “pembajakan bersenjata” yang melanggar hukum internasional serta mencederai gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April.
Pihak militer Iran juga menegaskan bahwa mereka akan memberikan respons cepat dan melakukan tindakan balasan terhadap operasi militer Amerika Serikat.
Iran menilai tindakan tersebut sebagai eskalasi baru yang dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Media pemerintah Iran turut melaporkan bahwa Teheran untuk sementara menolak melanjutkan pembicaraan damai baru.
Penolakan itu dikaitkan dengan keberadaan blokade yang masih berlangsung, perubahan sikap Amerika Serikat, serta apa yang disebut sebagai tuntutan berlebihan dari Washington.
Kapal Disita di Dekat Jalur Perdagangan Minyak Dunia
Kapal berbendera Iran tersebut dilaporkan dihentikan di wilayah dekat perbatasan Iran dan Pakistan setelah sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Klang, Malaysia.
Berdasarkan data pelacakan, kapal itu mencoba bergerak menuju Selat Hormuz sebelum akhirnya dicegat oleh pasukan Amerika Serikat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Gangguan di kawasan ini sering berdampak langsung pada stabilitas harga energi global.
Ketegangan AS–Iran Meningkat di Tengah Situasi Gencatan Rapuh
Insiden penyitaan kapal ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara.
Ketegangan semakin meningkat setelah kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran dan memperkeras posisi masing-masing.
Dengan kondisi yang terus memanas, insiden di Selat Hormuz ini kembali menambah ketidakpastian terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas. (daf)





