MEGAPOLITIK.COM - Amerika Serikat telah terlibat dalam sejumlah operasi militer yang berujung pada perubahan rezim, penangkapan, atau kematian pemimpin negara lain.
Peristiwa terbaru adalah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026, yang terjadi dalam serangan udara gabungan AS dan sekutu pada Teheran.
Sejak 1963 hingga 2026, beberapa pemimpin dunia yang memimpin pemerintahan mereka sendiri tercatat menghadapi langsung keterlibatan militer Amerika Serikat.
Berikut adalah enam tokoh penting dan rincian peristiwa mereka:
1. Ali Khamenei — Iran
Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, dilaporkan tewas pada 28 Februari 2026 setelah serangan udara besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Teheran.
Serangan yang dikenal sebagai bagian dari Operation Epic Fury menghantam kompleks militer dan struktur kepemimpinan negara tersebut, menewaskan Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.
2. Nicolás Maduro — Venezuela
Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 dalam operasi militer yang dirancang untuk menangkap pemimpin Venezuela.
Operasi yang disebut Operation Absolute Resolve melibatkan serangan udara dan pasukan khusus di Caracas, lalu membawa Maduro ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan terkait narkotika dan kejahatan internasional.
3. Saddam Hussein — Irak
Mantan Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 13 Desember 2003 setelah invasi besar-besaran ke Irak yang dipimpin AS dan sekutu pada 2003.
Hulunya Saddam dipindahkan ke pengadilan Irak dan kemudian dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan domestik pada 2006.
4. Manuel Noriega — Panama
Manuel Noriega, penguasa militer Panama, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 3 Januari 1990 setelah invasi Amerika Serikat ke Panama yang dimulai pada Desember 1989 (Operation Just Cause).
Noriega kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan diadili atas tuduhan narkotika serta kejahatan lain sebelum dipenjara selama beberapa dekade.
5. Ngô Đình Diệm — Vietnam Selatan
Ngô Đình Diệm, Presiden Vietnam Selatan pada awal 1960-an, tewas pada 2 November 1963 saat terjadi kudeta militer oleh pasukan Vietnam Selatan.
Meskipun pasukan Amerika Serikat tidak menembaknya secara langsung, dokumentasi sejarah menunjukkan bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan politik dan militer yang signifikan terhadap elemen-elemen militer yang menentangnya, sehingga mempercepat kejatuhan rezim Diệm.
6. Muammar Gaddafi — Libya
Muammar Gaddafi, yang memerintah Libya lebih dari empat dekade hingga 2011, tewas pada Oktober 2011 di Sirte setelah berbulan-bulan konflik dalam perang saudara Libya.
Kematian Gaddafi terjadi di tengah intervensi militer internasional yang dipimpin NATO, yang mencakup dukungan strategis dan serangan udara oleh Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan sekutu lain untuk memberlakukan zona larangan terbang dan mendukung pemberontak.
Peran militer Amerika Serikat dalam fase awal intervensi sangat penting dalam melemahkan struktur pertahanan rezim Gaddafi, meskipun pasukan Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam eksekusi Gaddafi sendiri. (daf)





