MEGAPOLITIK.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memengaruhi pasar energi global.
Gangguan distribusi minyak yang melewati jalur strategis membuat beberapa negara mulai merasakan tekanan terhadap pasokan bahan bakar, termasuk Vietnam.
Pemerintah Vietnam bahkan mulai mendorong perusahaan untuk menerapkan work from home (WFH) sebagai salah satu cara mengurangi konsumsi bahan bakar di dalam negeri.
Jalur Minyak Dunia Terganggu
Ketegangan yang melibatkan Iran membuat lalu lintas kapal tanker minyak di kawasan Teluk menjadi tidak stabil.
Hal ini berkaitan dengan posisi strategis Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menjadi pintu utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sebagian besar dikirim melalui jalur ini.
Data energi global menunjukkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen minyak yang diperdagangkan melalui jalur laut dunia melewati Selat Hormuz setiap hari, artinya hampir sepertiga pasokan minyak dunia bergantung pada jalur tersebut.
Ketegangan geopolitik di kawasan ini dapat langsung mengganggu aktivitas pengiriman minyak.
Kapal tanker bisa menunda perjalanan, jalur pelayaran menjadi lebih berisiko, dan perusahaan energi meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan distribusi mereka.
Akibatnya, gangguan pada jalur ini tidak hanya berdampak pada negara produsen, tetapi juga pada stabilitas pasokan energi dunia secara keseluruhan.





