MEGAPOLITIK.COM - Upaya membuka jalur damai antara Iran dan Amerika Serikat mulai menunjukkan pergerakan baru setelah hampir sebulan konflik di Timur Tengah berlangsung.
Teheran mengisyaratkan dua negara yang berpotensi menjadi mediator, yakni Pakistan dan Turki, untuk menjembatani komunikasi dengan Washington.
Proposal AS Disampaikan ke Iran Lewat Pakistan
Menurut laporan Reuters, Pakistan telah menyampaikan proposal dari Amerika Serikat kepada Iran.
Namun, isi proposal tersebut tidak diungkap ke publik, termasuk apakah berkaitan dengan kerangka perdamaian 15 poin yang sebelumnya diberitakan media internasional.
Islamabad bahkan disebut siap menjadi tuan rumah pertemuan antara pejabat senior kedua negara dalam waktu dekat.
Sementara itu, Turki melalui pejabat partai berkuasa Harun Armagan mengonfirmasi bahwa Ankara turut berperan menyampaikan pesan antara Teheran dan Washington.
Langkah ini menunjukkan adanya diplomasi di balik layar, meskipun Iran secara terbuka masih menolak berunding langsung dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Retorika Keras Iran Hambat Peluang Kesepakatan
Di ruang publik, sikap Iran justru semakin tegas menolak negosiasi. Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, bahkan melontarkan sindiran keras kepada Trump melalui siaran televisi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, baik saat ini maupun di masa depan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa dalamnya ketegangan antara kedua negara, meskipun komunikasi tidak langsung terus berlangsung.
Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Beghaei, menyatakan tidak ada pembicaraan atau negosiasi yang sedang berlangsung. Ia juga menuding serangan AS sebelumnya sebagai “pengkhianatan terhadap diplomasi” dan alasan mengapa Iran meragukan proses dialog.
Beghaei menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah mempertahankan kedaulatan negara dari apa yang disebut sebagai perang ilegal.
Israel Skeptis terhadap Inisiatif Perdamaian
Sementara itu, seorang pejabat pertahanan senior Israel menyatakan keraguan bahwa Iran akan menerima syarat-syarat yang diajukan Amerika Serikat.
Israel juga khawatir proposal tersebut hanya menjadi titik awal negosiasi yang berpotensi memunculkan konsesi dari pihak Washington.
Situasi ini mencerminkan paradoks diplomasi di kawasan: komunikasi tetap berjalan melalui pihak ketiga, tetapi pernyataan resmi masing-masing pihak masih dipenuhi ketidakpercayaan.
Selama Iran tetap menolak dialog langsung dan retorika keras terus mendominasi, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat dinilai masih sangat terbatas.
Namun peran Pakistan dan Turki sebagai mediator bisa menjadi kunci jika kedua pihak benar-benar ingin mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. (sal)
- Trump Peringatkan Iran soal Dugaan Ranjau di Selat Hormuz, tapi Pengakuannya soal Ini Justru Jadi Sorotan
- Berapa Jumlah Korban Tewas dalam Perang Amerika Serikat-Israel ke Iran? Paling Banyak di Negara Ini...
- Di Tengah Perang dengan AS dan Israel, Iran Ekspor 11,7 Juta Barel Minyak ke China Lewat Selat Hormuz





