MEGAPOLITIK.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam menyusul rencana operasi militer di Selat Hormuz yang dikenal sebagai salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik global.
Militer Iran secara terbuka memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan ragu melakukan serangan langsung apabila pasukan Amerika Serikat mencoba mendekati atau memasuki wilayah tersebut.
Pernyataan ini mempertegas posisi Teheran yang melihat kehadiran militer AS sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan dan keamanan nasionalnya.
Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan misi angkatan laut bertajuk Project Freedom.
Operasi ini disebut bertujuan untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di kawasan Hormuz sekaligus menjamin kelancaran jalur distribusi energi dunia.
Proposal Damai Iran Ditolak, Diplomasi Mandek
Di tengah memanasnya situasi, Iran sebenarnya telah mencoba membuka jalur diplomasi dengan mengajukan proposal perdamaian yang terdiri dari 14 poin kepada Washington.





