MEGAPOLITIK.COM - Rano Karno melaporkan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada awal masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Laporan tersebut disampaikan pada (20/03/2025) dengan jenis laporan khusus awal menjabat dan telah berstatus verifikasi administratif lengkap.
Total harta kekayaan Rano Karno yang tercatat dalam laporan tersebut mencapai Rp17 miliar tanpa adanya kewajiban utang.
Pelaporan ini dilakukan sebagai bagian dari kewajiban transparansi pejabat publik di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rano Karno tercatat sebagai penyelenggara negara di bidang eksekutif dengan unit kerja Wakil Pimpinan.
Aset Tanah dan Bangunan Dominasi Kekayaan Rano Karno
Aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dalam harta kekayaan Rano Karno dengan total nilai sekitar Rp13,2 miliar.
Berdasarkan LHKPN awal menjabat, rincian kepemilikan properti Rano Karno tersebut meliputi:
- Tanah dan bangunan seluas 2.310 meter persegi dengan bangunan 141 meter persegi di Kabupaten Bogor, senilai sekitar Rp735 juta
- Tanah dan bangunan seluas 1.482 meter persegi dengan bangunan 800 meter persegi di Jakarta Selatan, senilai sekitar Rp8 miliar
- Sebidang tanah seluas 130 meter persegi di Jakarta Selatan, senilai sekitar Rp520 juta
- Tanah dan bangunan seluas 221 meter persegi dengan bangunan 403 meter persegi di Kota Bandung, senilai sekitar Rp4 miliar
Seluruh aset tanah dan bangunan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri dan menjadi penopang utama total harta kekayaan Rano Karno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kendaraan Pribadi Bernilai Ratusan Juta Rupiah
Selain aset properti, Rano Karno juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai sekitar Rp784 juta.
Berdasarkan LHKPN awal menjabat, kendaraan yang tercatat atas namanya meliputi:
- Mobil Toyota Alphard tahun 2017, senilai sekitar Rp327 juta
- Mobil Toyota Innova tahun 2017, senilai sekitar Rp123 juta
- Mobil Mitsubishi Pajero tahun 2016, senilai sekitar Rp209 juta
- Mobil Honda Jazz tahun 2015, senilai sekitar Rp123 juta
Seluruh kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri dan menjadi bagian dari aset bergerak yang dilaporkan dalam LHKPN Rano Karno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kas dan Surat Berharga Capai Lebih dari Rp2,6 Miliar
Selain properti dan kendaraan, Rano Karno melaporkan kepemilikan kas dan setara kas dengan nilai sekitar Rp2 miliar.
Angka ini mencerminkan posisi likuid keuangan di awal masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Ia juga mencantumkan surat berharga senilai sekitar Rp675 juta serta harta bergerak lainnya sebesar sekitar Rp195 juta.
Di luar itu, terdapat harta lainnya senilai sekitar Rp140 juta yang turut menambah total kekayaan yang dilaporkan.
Dengan tidak adanya utang yang tercatat, total harta kekayaan Rano Karno secara bersih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berada di kisaran Rp17 miliar sebagaimana tercantum dalam LHKPN awal menjabat tahun 2025. (daf)





