Kamis, 2 April 2026
Harta Kekayaan

Harta Kekayaan Gubernur Pulau Sumatera, dari Rp6 Miliar hingga Rp147 Miliar

Rincian harta kekayaan Kepala Daerah Pulau Sumatera

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:36

GUBERNUR - Harta kekayaan gubernur Sumatera/ Foto: Kolase MEGAPOLITIK

MEGAPOLITIK.COM - Para gubernur Pulau Sumatera tercatat memiliki harta kekayaan yang signifikan berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024–2025. 

Total harta kekayaan gubernur Pulau Sumatera mereka mencakup aset tanah dan bangunan, kendaraan, surat berharga, hingga kas dan setara kas.  

Laporan ini disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan status verifikasi administratif lengkap, menunjukkan transparansi para pejabat publik di tingkat provinsi. 

Dari laporan tersebut, terlihat adanya perbedaan signifikan antara total harta kekayaan gubernur Pulau Sumatera secara bersih, yang menempatkan beberapa nama di urutan teratas. 

Pengelolaan aset pribadi ini juga mencerminkan fokus masing-masing gubernur Pulau Sumatera pada properti maupun kendaraan mewah sebagai bagian dari kekayaan mereka.

Pertanyaannya, siapa di antara para gubernur pulau Sumatera yang memiliki harta kekayaan paling besar?

Gubernur Sumatera Utara – Bobby Nasution

Bobby Nasution tercatat memiliki total harta kekayaan bersih Rp57,84 miliar. 

Komponen terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp40,37 miliar, tersebar di Jakarta Selatan, Medan, Deli Serdang, dan Surakarta. 

Selain itu, ia memiliki kendaraan senilai Rp1,17 miliar, surat berharga Rp10,5 miliar, kas Rp6,74 miliar, dan utang Rp950 juta. 

Seluruh aset mayoritas diperoleh dari hasil sendiri.

Gubernur Aceh – Muzakir Manaf

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf memiliki total harta kekayaan bersih Rp48,31 miliar berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada (28/08/2024). 

Mayoritas kekayaan berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp44,03 miliar, didominasi properti di Banda Aceh dan Aceh Utara. 

Selain itu, ia memiliki kendaraan senilai Rp1,69 miliar, harta bergerak lain Rp2,17 miliar, kas Rp558,7 juta, dan utang Rp140 juta. 

Semua aset dilaporkan hasil sendiri, menegaskan pengelolaan keuangan yang disiplin. 

Gubernur Sumatera Barat – Mahyeldi Ansharullah

Total harta kekayaan bersih Mahyeldi Ansharullah tercatat Rp6,02 miliar. 

Properti menjadi komponen utama senilai Rp4,83 miliar, diikuti kendaraan Rp258,5 juta, harta bergerak Rp36,29 juta, dan kas Rp1,89 miliar. 

Utang tercatat Rp1 miliar, menunjukkan pengelolaan aset yang fokus pada tanah dan bangunan.

Gubernur Sumatera Selatan – Herman Deru

Herman Deru menempati posisi paling kaya dari deretan gubernur Pulau Sumatera dengan total harta bersih Rp147,31 miliar berdasarkan LHKPN awal menjabat seba pada (20/04/2025). 

Sebagian besar kekayaan berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp138,04 miliar, tersebar di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. 

Selain itu, Gubernur Sumatera Selatan ini memiliki kendaraan senilai Rp1,17 miliar, harta bergerak lain Rp3,41 miliar, dan kas Rp4,68 miliar. 

Seluruh aset diperoleh dari hasil sendiri, menegaskan pengelolaan kekayaan yang proporsional. Properti di Palembang menjadi penopang utama harta kekayaan Herman Deru.

Gubernur Kepulauan Riau – Ansar Ahmad

Total kekayaan bersih Ansar Ahmad tercatat Rp8,65 miliar menurut LHKPN periode 2024 yang disampaikan pada (23/01/2025). 

Komponen utama berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp8 miliar, kendaraan Rp1,105 miliar, dan kas Rp76,75 juta. 

Gubernur Kepulauan Riau ini tercatat memiliki utang Rp528,64 juta. 

Semua aset mayoritas diperoleh sendiri dan digunakan sebagai bagian dari pengelolaan aset publik yang transparan. 

Struktur kekayaan menunjukkan dominasi properti sebagai fondasi utama nilai harta.

Gubernur Lampung – Mirzani Djausal

Harta kekayaan bersih Gubernur Lampung Mirzani Djausal sebesar Rp12,39 miliar berdasarkan LHKPN awal menjabat yang disampaikan pada (30/03/2025). 

Komponen utama berupa tanah dan bangunan senilai Rp12,43 miliar, kendaraan Rp1,18 miliar, kas Rp2,17 miliar, dan utang Rp3,4 miliar.  

Semua aset diklaim hasil sendiri. 

Laporan ini mencerminkan pengelolaan harta kekayaan awal menjabat yang fokus pada properti dengan tambahan likuiditas melalui kas dan kendaraan.

Gubernur Jambi – Al Haris

Al Haris tercatat memiliki harta kekayaan bersih Rp6,1 miliar menurut LHKPN awal menjabat Gubernur Jambi yang disampaikan pada (31/07/2025).  

Mayoritas aset berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp5,71 miliar, kendaraan Rp306 juta, dan kas Rp88 juta. Tidak tercatat adanya utang. 

Properti tersebar di Kota Jambi, Sarolangun, dan Kabupaten Merangin. 

Seluruh aset dilaporkan sebagai hasil sendiri, menunjukkan transparansi dan pengelolaan yang fokus pada aset tetap.

Gubernur Bengkulu – Helmi Hasan

Helmi Hasan memiliki total kekayaan bersih Rp7,045 miliar berdasarkan LHKPN periode 2024 yang disampaikan pada (12/03/2025). 

Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp5,736 miliar, kendaraan Rp600 juta, harta bergerak Rp180 juta, dan kas Rp408 juta. 

Gubernur Bengkulu tercatat tidak ada utang di laporan LHKPN. 

Properti tersebar di Kota Bengkulu dan Jakarta Timur. 

Seluruh aset diperoleh secara pribadi, menegaskan transparansi dan pengelolaan aset yang proporsional.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung – Hidayat Arsani

Hidayat Arsani memiliki total harta kekayaan bersih Rp65,46 miliar menurut LHKPN yang diterima pada (28/08/2024). 

Komponen utama berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp66,5 miliar, kendaraan Rp1,3 miliar, harta bergerak Rp92 juta, surat berharga Rp5,7 miliar, dan kas Rp44,37 miliar. 

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung memiliki utang yang tercatat Rp52,58 miliar. 

Semua aset diperoleh sendiri dan menunjukkan diversifikasi properti, likuiditas, dan kendaraan. 

Properti tersebar di Pangkalpinang, Belitung, dan wilayah lainnya.

Plt Gubernur Riau – Sofyan Franyata Hariyanto

Sofyan Franyata Hariyanto tercatat memiliki harta kekayaan bersih Rp14,45 miliar berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada (09/03/2025). 

Plt Gubernur Riau ini tercatat memiliki nilai properti senilai Rp12,1 miliar, kendaraan Rp1,7 miliar, harta bergerak Rp216,25 juta, dan kas Rp425,68 juta. 

Tidak ada utang yang tercatat, dan aset tersebar di Pekanbaru, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. 

Struktur harta kekayaan ini menegaskan dominasi properti sebagai fondasi utama nilai asetnya.

Kesimpulan

Berdasarkan data LHKPN 2024–2025, Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan, menempati posisi tertinggi dengan harta bersih Rp147,31 miliar, didominasi properti di Kota Palembang. 

Sementara itu, harta kekayaan gubernur Pulau Sumatera memiliki harta yang bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan miliar rupiah. 

Transparansi laporan harta kekayaan ini menjadi indikator penting bagi publik untuk menilai integritas dan pengelolaan aset para gubernur pulau Sumatera. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink