MEGAPOLITIK.COM - Mengulik harta kekayaan Budi Arie Setiadi, Ketua Projo.
Nama Budi Arie Setiadi kembali mencuat di panggung politik nasional setelah Ketua Umum Projo itu menyatakan keinginannya untuk bergabung ke Partai Gerindra.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie sebagai Ketua Projo dalam Kongres III Projo di Jakarta pada awal November 2025.
Langkah Budi Arie memicu reaksi beragam, termasuk penolakan dari sejumlah pengurus daerah Gerindra.
Beberapa Keinginan Budi Arie disambut dingin oleh sejumlah pengurus daerah dan organisasi sayap Gerindra.
Di tengah dinamika politik Ketua Projo ini yang masih mencari arah itu, bagaimana dengan harta kekayaan Budi Arie berdasarkan LHKPN?
Harta Kekayaan Budi Arie Capai Lebih dari Rp 100 Miliar
Dilansir dari LHKPN KPK, harta kekayaan Budi Arie tercatat memiliki total sebesar Rp 103,887 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024.
Laporan ini mencakup seluruh aset, utang, dan kekayaan bersih yang dimiliki Budi Arie sebagai pejabat publik sekaligus tokoh politik Ketua Projo.
Dalam rincian LHKPN, Budi Arie tercatat memiliki berbagai properti berupa tanah dan bangunan senilai total Rp 62,758 miliar.
Beberapa aset Budi Arie antara lain:
- Tanah dan bangunan seluas 250 m²/200 m² di Tangerang Selatan senilai Rp 3 miliar,
- Tanah dan bangunan 311 m²/250 m² di Jakarta Utara senilai Rp 1,507 miliar,
- Tanah dan bangunan 161 m²/300 m² di Jakarta Pusat senilai Rp 5,1 miliar,
- Tanah dan bangunan 95 m²/104 m² di Tangerang senilai Rp 1,8 miliar,
- Beberapa tanah warisan di Bekasi dengan total nilai Rp 38,637 miliar,
- Tanah seluas 300 m² di Padang senilai Rp 1,25 miliar.
Di transportasi, Budi Arie memiliki total aset bergerak senilai Rp 830 juta, termasuk:
- Mobil Honda HR-V tahun 2019 senilai Rp 380 juta,
- Mobil Honda HR-V tahun 2016 senilai Rp 210 juta,
- Mobil VW Scirocco tahun 2014 senilai Rp 240 juta.
Selain tanah dan kendaraan, Budi Arie juga tercatat memiliki harta bergerak lain Rp 2,41 miliar, surat berharga Rp 24,5 miliar, dan kas serta setara kas Rp 13,389 miliar.
Melihat aset yang dimiliki, Budi Arie tidak memiliki utang, sehingga total harta kekayaan bersih ketua Projo ini mencapai Rp 103,887 miliar.
Kesimpulan
Budi Arie kini tengah bernegosiasi soal langkah politiknya.
Dengan harta kekayaan Budi Arie yang besar dan jaringan relawan yang luas, ia memiliki modal kuat untuk melangkah ke kancah partai politik.
Namun, resistensi dari internal Gerindra menunjukkan bahwa perjalanan Budi Arie menuju partai besar tidak semudah yang dibayangkan.
Keputusan akhir apakah Budi Arie akan diterima atau tidak akan menjadi penentu arah baru bagi perjalanan politik Ketua Projo tersebut. (daf)





