MEGAPOLITIK.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menerima sebuah proposal kerangka kerja yang diajukan oleh Pakistan untuk mengakhiri permusuhan dan memulai gencatan senjata, berdasarkan laporan Reuters.
Proposal ini, yang sementara diberi nama “Islamabad Accord,” telah dipertukarkan dengan kedua pihak melalui saluran diplomatik Pakistan dan dirancang untuk menghentikan eskalasi konflik yang meningkat tajam di kawasan.
Rencana tersebut juga mencakup upaya membuka kembali jalur pelayaran penting global, Selat Hormuz, yang sempat terganggu akibat konflik.
Proposal ini disusun menurut pendekatan dua tahap, yang bertujuan pertama untuk menghentikan aksi militer dan kemudian melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.
1. Tahap Pertama: Gencatan Senjata Segera
Tahap pertama dari kerangka tersebut adalah gencatan senjata yang dapat berlaku segera setelah disepakati oleh kedua pihak.
Fokus utama tahap ini adalah menghentikan operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran sehingga situasi di lapangan dapat mereda dan memberi ruang bagi proses diplomasi lebih lanjut.
Gencatan senjata ini juga dirancang untuk memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut strategis yang sangat penting bagi perdagangan minyak global.
2. Tahap Kedua: Penyelesaian Komprehensif
Setelah gencatan senjata diberlakukan, proposal itu menjabarkan periode waktu sekitar 15–20 hari untuk menyusun kesepakatan yang lebih luas dan komprehensif antara kedua pihak.
Perjanjian akhir tersebut akan dibahas melalui perundingan lanjutan yang melibatkan pembicaraan lebih mendalam untuk mengakhiri permusuhan secara permanen.
Mediasi dan Komunikasi Intensif
Pakistan menjadi mediator utama dalam upaya ini, menyusun kerangka proposal tersebut dan menjadi saluran komunikasi antara pejabat Washington dan Teheran. Field Marshal Asim Munir, Panglima Angkatan Darat Pakistan, dilaporkan berkomunikasi secara intens dengan pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran dalam proses penyampaian proposal tersebut.
Kesepakatan awal itu dirancang dalam bentuk kerangka awal yang dapat berkembang menjadi nota kesepahaman (memorandum of understanding), sebelum menuju perundingan lanjutan yang lebih formal.
Status Penerimaan dan Tanggapan
Meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menerima proposal tersebut untuk dipelajari, belum ada persetujuan resmi atau pengesahan final yang diumumkan oleh pemerintah kedua negara terkait keseluruhan isi rencana tersebut.
Iran sendiri dilaporkan belum memberikan komitmen terhadap proposal tersebut, sementara respons resmi dari kedua pihak masih terbatas.
Proposal ini muncul di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari berbagai pihak regional dan global untuk menghentikan konflik dan meredakan ketegangan yang berimplikasi pada stabilitas energi serta keamanan kawasan secara luas. (daf)
- Surat Terbuka Presiden Iran, Pezeshkian Tantang Warga Amerika Serikat Lihat Fakta Konflik yang Sebenarnya
- Ancaman Trump Tinggalkan NATO, Terungkap Strategi Aliansi yang Dinilai “Macan Kertas” oleh Presiden AS
- Donald Trump Klaim “Presiden Rezim Baru” Iran Minta Gencatan Senjata, Pasang Syarat Selat Hormuz





