MEGAPOLITIK.COM - Di era demokrasi modern, sebagian besar negara di dunia menerapkan sistem multipartai yang memberi ruang bagi rakyat untuk memilih pemimpin dari berbagai pilihan politik.
Namun, hingga kini masih ada sejumlah negara yang tetap bertahan dengan sistem satu partai (one-party state) — di mana hanya satu partai politik yang berkuasa dan mengontrol seluruh sistem pemerintahan.
Menurut data dari infografik Civixplorer, terdapat enam negara di dunia yang masih secara resmi menganut sistem pemerintahan satu partai.
Negara-negara tersebut antara lain China, Kuba, Eritrea, Laos, Korea Utara, dan Vietnam.
Berikut penjelasannya disertai dengan pemimpin negara yang saat ini menjabat:
1. China – Chinese Communist Party
China menjadi contoh paling dikenal dari negara dengan sistem satu partai.
Sejak 1 Oktober 1949, negeri tirai bambu dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok (Chinese Communist Party).
Saat ini, partai tersebut diketuai oleh Xi Jinping, yang juga menjabat sebagai Presiden Republik Rakyat Tiongkok.
Di bawah kepemimpinannya, Partai Komunis China semakin memperkuat pengaruhnya di berbagai sektor, termasuk ekonomi, militer, dan media.
2. Kuba – Communist Party of Cuba

Negara Karibia ini telah dikuasai oleh Partai Komunis Kuba (PCC) sejak 3 Oktober 1965.
Pemimpinnya saat ini adalah Miguel Díaz-Canel, penerus ideologi revolusi yang dulu diperjuangkan oleh Fidel Castro.
Meskipun ekonomi Kuba sempat goyah akibat sanksi internasional, partai ini masih memegang kendali penuh terhadap kebijakan pemerintahan.
3. Eritrea – People’s Front for Democracy and Justice
Eritrea adalah negara yang terletak di Afrika Timur, tepatnya di kawasan pesisir Laut Merah (Red Sea).
Sejak 16 Februari 1994, Eritrea hanya mengakui satu partai politik, yakni People’s Front for Democracy and Justice (PFDJ).
Pemimpinnya, Isaias Afwerki, telah memimpin negara di Afrika Timur tersebut sejak kemerdekaannya.
Eritrea sering disebut sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia, dengan kebebasan pers dan oposisi yang sangat terbatas.
4. Laos – Lao People’s Revolutionary Party
Laos resmi menjadi negara satu partai sejak 2 Desember 1975 di bawah Lao People’s Revolutionary Party.
Partai ini saat ini dipimpin oleh Thongloun Sisoulith, yang juga menjabat sebagai Presiden Laos.
Sistem pemerintahan di negara Asia Tenggara ini menempatkan partai sebagai pusat kekuasaan dalam politik dan ekonomi nasional.
5. Korea Utara – Workers’ Party of Korea
Dikenal dengan sistem politik tertutup dan kepemimpinan turun-temurun, Korea Utara dipimpin oleh Workers’ Party of Korea sejak 9 September 1948.
Pemimpin tertingginya, Kim Jong-un, memegang kendali penuh atas negara dan partai, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dan kontroversial di dunia.
Kim Jong-un resmi mulai menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Korea Utara pada 17 Desember 2011, setelah ayahnya, Kim Jong-il, meninggal dunia.
6. Vietnam – Communist Party of Vietnam
Sejak 2 September 1945, Vietnam menganut sistem satu partai melalui Partai Komunis Vietnam.
Pemimpin saat ini, Tô Lâm, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal partai sekaligus tokoh penting dalam menjaga stabilitas politik di negara tersebut.
Sistem satu partai seperti di enam negara ini umumnya menekankan stabilitas dan kesatuan nasional di atas perbedaan politik.
Namun, di sisi lain, sistem ini juga sering menuai kritik karena dianggap membatasi kebebasan berpendapat dan partisipasi publik dalam proses demokrasi. (tam)
- Deretan Calon Presiden yang Pernah Kalah tapi Kembali Maju dan Menang, dari Prabowo hingga Donald Trump
- Deretan Perempuan yang Pernah dan Masih Jadi Ketua Partai Politik, Ada Megawati Soekarnoputri di Indonesia
- Dari Megawati hingga Surya Paloh, Lima Ketua Umum Partai Politik dengan Masa Jabatan Terpanjang di Indonesia





