Selasa, 28 Juli 2026
Advertorial DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Desak Pemerataan Fasilitas Pendidikan hingga Wilayah Pinggiran

Senin, 27 Juli 2026 - 12:28

DPRD - Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi/ Foto: IST

MEGAPOLITIK.COM - Pemerataan kualitas pendidikan di Kota Samarinda dinilai masih menjadi pekerjaan rumah.

Komisi IV DPRD Samarinda meminta pemerintah daerah tidak hanya memprioritaskan pembangunan sekolah di kawasan pusat kota, tetapi juga mempercepat peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pinggiran.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi menilai, seluruh peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan yang sama, tanpa dibatasi oleh lokasi sekolah. 

Karena itu, peningkatan sarana prasarana maupun kualitas tenaga pendidik harus dilakukan secara merata.

"Jangan kemudian kita fokus hanya pada sekolah-sekolah yang ada di tengah kota, kemudian kita abai dengan sekolah yang ada di pinggiran," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan sistem zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru telah membawa perubahan positif terhadap pemerataan pendidikan

Menurutnya, sistem tersebut mampu mengurangi anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang layak menjadi pilihan utama masyarakat.

Dengan mekanisme zonasi, orang tua kini didorong untuk mendaftarkan anak ke sekolah yang berada di sekitar tempat tinggal sehingga distribusi siswa menjadi lebih seimbang dan tidak lagi terpusat di sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit.

Meski demikian, Ismail menegaskan kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sekolah di kawasan pinggiran. 

Ia menilai masih terdapat sekolah yang memerlukan pembenahan, terutama ruang kelas yang belum memiliki bangunan permanen.

"Kita juga berharap sekola pinggiran dapat diperhatikan. Jangan kita hanya fokus hanya pada sekolah-sekolah yang ada di ibu kota. Kita perlu meningkatkan sekolah pinggiran yang ruang kelasnya masih kayu agar menjadi permanen," jelas Ismail.

Selain pembenahan infrastruktur, DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi. 

Menurutnya, sekolah di daerah pinggiran harus memperoleh akses yang sama terhadap sarana digital agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Pemanfaatan teknologi pembelajaran dinilai dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sekaligus mempersempit kesenjangan antara sekolah di pusat kota dengan sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

Komisi IV DPRD Samarinda pun mendorong pemerintah daerah untuk terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, baik melalui pembangunan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, maupun penyediaan sarana digital yang memadai.

"Saat ini kita sudah masuk di era digital. Sudah mulai meninggalkan hal-hal yang sifatnya manual. Dengan adanya buku digital ini tentu memudahkan siswa dalam belajar tidak perlu membawa banyak buku," tutur Ismail Latisi. 

Ismail Latisi menilai pemanfaatan buku digital menjadi langkah yang tepat untuk mendukung proses belajar mengajar di era digital sekaligus memudahkan siswa mengakses materi pelajaran tanpa harus membawa banyak buku. (adv/daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink