MEGAPOLITIK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Washington telah melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.
Klaim tersebut langsung memicu perhatian internasional, mengingat Maduro sejak lama menjadi target hukum Amerika Serikat.
Tuduhan terhadap pemimpin Venezuela itu sejatinya telah bergulir sejak Maret 2020, sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi US Department of State.
Amerika Serikat menuding Maduro terlibat dalam berbagai kejahatan serius, mulai dari narkoterorisme, konspirasi impor kokain ke wilayah AS, hingga kepemilikan senapan mesin dan perangkat destruktif. Ia juga dituduh bersekongkol menggunakan senjata mesin serta alat perusak untuk menyerang kepentingan Amerika Serikat.
Jaksa Agung AS: Maduro Didakwa di New York
Tuduhan terhadap Maduro diperkuat oleh pernyataan Jaksa Agung AS, Pamela Bondi, yang disampaikan melalui akun X resminya, @AGPamBondi.
Bondi menyebut bahwa Maduro dan istrinya telah resmi didakwa di Distrik Selatan New York.
“Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York.
Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif, serta konspirasi penggunaan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat,” tulis Bondi.
Pernah Viral, Maduro Pamer HP China
Sebelum kabar penangkapan ini mencuat, Maduro sempat menjadi sorotan global karena aksinya memamerkan ponsel buatan China dalam acara resmi kenegaraan. Aksi tersebut viral dan diberitakan media internasional.
Dalam sebuah konferensi pers, Maduro terlihat menunjukkan ponsel lipat terbaru buatan Huawei, yang disebut-sebut sebagai hadiah langsung dari Presiden China Xi Jinping. Ia bahkan menyebut perangkat tersebut sebagai ponsel paling canggih di dunia.
“Saya ingin belajar cara menggunakan ponsel Huawei baru ini, yang merupakan yang paling canggih di dunia,” ujar Maduro, dikutip media Argentina ambito.com.
Maduro juga mengklaim ponsel tersebut memungkinkan dirinya berkomunikasi melalui satelit. “Saya berkomunikasi lewat satelit menggunakan ini. Saya sedang mencari tutorial untuk belajar menggunakannya,” katanya.
Simbol Kedekatan Venezuela–China
Pernyataan itu disampaikan saat Maduro menghadiri Kongres Pedagogi Pertama Guru Bolivarian.
Dalam forum tersebut, ia secara terbuka memamerkan perangkat yang dilaporkan sebagai Huawei Mate X6, ponsel lipat terbaru dari raksasa teknologi China.
Dalam cuplikan video yang beredar, Maduro bahkan sempat mengucapkan kata “halo” dan “terima kasih” dalam bahasa Mandarin sambil menempelkan ponsel ke telinganya.
Gestur tersebut dinilai sebagai simbol kedekatan hubungan politik dan diplomatik antara Venezuela dan China.
Huawei Mate X6 yang dipamerkan Maduro memiliki bobot di bawah 300 gram, didukung pengisian daya cepat 66 watt, pengisian daya nirkabel 50 watt, serta fitur reverse wireless charging 7,5 watt.
Media Argentina ANSES menilai aksi Maduro itu bukan sekadar pamer teknologi. “
Gestur ini tidak hanya menyoroti hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga menegaskan keinginan Maduro untuk tetap terhubung dalam skala global,” tulis ANSES.
Bukan Kali Pertama Pamer Huawei
Aksi Maduro memamerkan ponsel Huawei bukan kali pertama terjadi.
Pada September 2023, saat konferensi pers di Kedutaan Besar Venezuela di China, ia juga sempat menunjukkan Huawei Mate X3.
Kala itu, Maduro memuji perangkat tersebut sebagai ponsel yang canggih dan aman.
Ia bahkan merekomendasikannya kepada generasi muda Venezuela, dengan menyoroti kemampuan panggilan satelit serta perlindungan dari penyadapan, intersepsi, dan gangguan komunikasi.
Kini, di tengah klaim penangkapan oleh AS dan tuduhan kriminal berat, momen-momen Maduro memamerkan teknologi China kembali disorot sebagai bagian dari dinamika geopolitik antara Venezuela, Amerika Serikat, dan China. (tam)





