MEGAPOLITIK.COM - Partai Demokrat menegaskan Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sama sekali tidak terkait dengan isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Isu yang mengaitkan SBY dan Partai Demokrat dengan polemik ini memicu reaksi keras dan somasi dari pihak Partai Demokrat terhadap akun-akun media sosial penyebar fitnah.
Ibas Bantah Keterlibatan Demokrat
Sejak pertengahan 2025, SBY dan Partai Demokrat dikaitkan dengan isu yang menuding Presiden Jokowi memiliki ijazah palsu.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), sudah menepis isu liar tersebut.
“Kami dari Partai Demokrat menanggapi dengan tegas tuduhan bahwa 'partai biru' adalah dalang di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Tuduhan ini adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap institusi politik yang sah. Kami menolak keras segala bentuk politisasi kebohongan demi kepentingan sempit,” kata Ibas kepada wartawan, Selasa (29/7/2025) lalu.
Ibas juga menegaskan bahwa Roy Suryo, yang kerap mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, bukan lagi kader Demokrat sejak 2019.
Pernyataannya sepenuhnya bersifat pribadi dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan partai.
Jokowi: Tidak Pernah Menyebut SBY
Presiden Jokowi menanggapi isu ini secara tegas.
Ia menegaskan tidak pernah menyebut warna partai politik terkait isu ijazah palsu, termasuk tidak menuding SBY atau Partai Demokrat.
“Nggak ada, saya nggak pernah berbicara masalah warna, nggak pernah,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Kamis (31/7).
Jokowi juga enggan menyebut siapa sosok yang ia maksud sebagai “orang besar” di balik isu itu, tetapi menekankan orang tersebut bukan SBY.
SBY Terganggu, Somasi Ditempuh
Politikus Demokrat Andi Arief menyampaikan bahwa SBY merasa terganggu dengan isu liar yang menyebutnya terlibat dalam polemik ijazah Jokowi.
“Saya bertemu Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu karena tidak benar disebut berada di balik isu ijazah palsu ini atau berkolaborasi dengan pihak manapun dalam mengungkap soal ijazah Presiden Jokowi,” ujar Andi Arief dalam keterangan video, Rabu (31/12/2025).
Menurut Andi, penyebar isu tersebut sebagian besar berasal dari akun anonim di media sosial, dan afiliasi mereka telah diketahui pihak Demokrat.
Menindaklanjuti isu liar, Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat melayangkan somasi terhadap sejumlah akun media sosial yang menuding SBY terlibat dalam isu ijazah Jokowi.
Somasi pertama ditujukan kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang, pemilik akun TikTok dengan nama sama. Budhius disebut memuat unggahan yang menyatakan SBY “memutar otak” untuk menjatuhkan lawan politik melalui isu ijazah.
“Dengan ini kami menyampaikan somasi kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang,” demikian tertulis dalam surat somasi yang diteken Rabu, 31 Desember 2025.
Badan Hukum Demokrat meminta permintaan maaf terbuka di media dan penghapusan video karena konten tersebut dianggap bohong dan menyesatkan publik.
Selain Budhius, somasi juga dilayangkan ke tiga akun lain, yakni Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online, meski isi unggahan tiga akun ini tidak dipublikasikan.
Surat somasi diteken enam advokat dari Badan Hukum Partai Demokrat, antara lain: Muhajir, Cepi Hendrayani, Jimmy Himawan, Novianto Rahmantyo, Nurhidayat Umacina, dan Teuku Irmansyah Akbar.
Partai Demokrat menegaskan tidak ada keterlibatan SBY maupun partai dalam isu ijazah palsu Jokowi.
Tindakan hukum berupa somasi ke akun-akun media sosial menjadi langkah tegas Demokrat untuk melawan fitnah politik yang berpotensi memecah belah bangsa. (tam)





