Sabtu, 4 April 2026

Deal Indonesia–Amerika Serikat Berlaku 90 Hari Lagi, Tarif 19% Disepakati

Indonesia–Amerika Serikat Perkuat Perdagangan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:1

KERJA SAMA - Indonesia–Amerika Serikat turunkan tarif jadi 19%, sawit dan kopi bebas pajak/ Foto: IG (@presidenrepublikindonesia)

MEGAPOLITIK.COM - Indonesia resmi mengamankan kesepakatan dagang baru dengan Amerika Serikat yang menurunkan tarif impor menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen untuk produk-produk asal Tanah Air. 

Dalam perjanjian tersebut, Indonesia juga berhasil memperoleh pengecualian tarif bagi komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, karet, dan rempah-rempah.

Kesepakatan ini ditandatangani di Washington oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer setelah melalui proses negosiasi selama beberapa bulan. 

Pemerintah Indonesia menyebut hasil ini sebagai langkah strategis dalam menjaga daya saing ekspor nasional di pasar Amerika.

Minyak sawit menjadi salah satu poin krusial dalam perundingan. Komoditas tersebut menyumbang sekitar 9 persen dari total ekspor Indonesia

Dengan status bebas tarif, posisi sawit Indonesia dinilai tetap kompetitif di tengah persaingan global, khususnya dengan negara produsen lain seperti Malaysia.

Selain sawit, pembebasan tarif juga berlaku untuk kopi, kakao, karet, dan berbagai komoditas rempah yang selama ini menjadi andalan ekspor Indonesia ke pasar AS.

Setara Negara Asia Tenggara Lain, Berlaku 90 Hari Mendatang

Tarif 19 persen yang disepakati menempatkan Indonesia sejajar dengan sejumlah negara Asia Tenggara lain yang telah lebih dulu mencapai kesepakatan serupa dengan Amerika Serikat.

Angka tersebut dinilai cukup kompetitif dibandingkan beberapa negara pesaing di kawasan.

Kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan prosedur hukum yang diperlukan. 

Pemerintah menyatakan masih terbuka kemungkinan adanya penyesuaian teknis apabila disepakati bersama.

Di luar aspek tarif, perjanjian ini juga mencakup penghapusan berbagai hambatan non-tarif.

Indonesia disebut akan membuka akses lebih luas bagi produk Amerika di berbagai sektor serta melakukan penyesuaian terhadap sejumlah standar produk, termasuk di bidang keselamatan kendaraan, emisi, alat kesehatan, dan farmasi.

Momentum Perkuat Ekspor dan Kepercayaan Pasar

Kesepakatan dagang ini hadir di tengah dinamika pasar domestik yang menghadapi sejumlah tantangan pada awal tahun, termasuk isu transparansi pasar dan persepsi risiko kebijakan.

Pemerintah berharap perjanjian dengan Amerika Serikat dapat menjadi momentum untuk memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Selain perjanjian tingkat negara, perusahaan-perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat juga telah menandatangani kesepakatan bisnis senilai 38,4 miliar dolar AS dalam berbagai sektor strategis.

Dengan capaian ini, Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam rantai perdagangan global sekaligus menjaga kepentingan komoditas unggulan nasional di pasar internasional. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink