MEGAPOLITIK.COM - Dalam sejarah konflik narkoba dan kejahatan terorganisir di Meksiko, Jalisco New Generation Cartel (CJNG) di bawah pimpinan Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes dikenal sebagai salah satu kartel paling brutal, agresif, dan berbahaya.
Kartel ini tidak hanya memperluas jaringan perdagangan narkoba secara nasional dan internasional, tetapi juga menggunakan kekerasan ekstrem sebagai alat dominasi, intimidasi, dan pertahanan wilayah.
Kepemimpinan El Mencho berlangsung hingga kematiannya pada (22/02/2026) dalam operasi militer di Jalisco.
CJNG terlibat dalam perdagangan kokain, metanfetamin, heroin, dan fentanyl.
Kelompok ini dikenal melakukan pembunuhan, pembakaran, pembajakan, blokade jalan, serta serangan langsung terhadap aparat penegak hukum dan warga sipil, yang telah menyebabkan ribuan kematian di Meksiko.
Analisis independen menunjukkan bahwa sekitar 80 % pembunuhan terkait kejahatan terorganisir melibatkan CJNG, menjadikannya kartel paling mematikan di negara tersebut.
Serangan Besar Terhadap Pasukan Negara
Salah satu contoh paling mencolok dari taktik kekerasan ekstrem CJNG terjadi pada 6 April 2015, ketika kelompok ini melakukan serangan ambush terhadap pasukan polisi negara bagian Jalisco di San Sebastián del Oeste.
Dalam insiden tersebut, sekitar 15 polisi tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan terkoordinasi, menunjukkan kapasitas militer CJNG dalam menghadapi aparat keamanan.
Kekerasan Terhadap Warga Sipil
Kejahatan CJNG tidak terbatas pada konfrontasi dengan pasukan pemerintah.
Pada 3 Februari 2020, anggota kartel menembaki sebuah arcade permainan di Uruapan, Michoacán, membunuh 9 orang termasuk anak‑anak saat mereka mencari anggota kelompok rival.
Kasus seperti ini menunjukkan bahwa kekerasan CJNG dapat meluas ke warga sipil tanpa memedulikan usia atau latar belakang.
Selain itu, dalam Chicomuselo Massacre pada Mei 2024, 11 anggota satu keluarga dibantai dan rumah mereka dibakar karena menolak bekerja untuk kelompok kriminal atau terlibat dalam aktivitas mining ilegal.
Peristiwa ini menjadi indikasi kekejaman yang mencapai bentuk pembantaian terhadap warga sipil tanpa ada hubungan langsung dengan peperangan antarkartel.
Intimidasi Publik dan Taktik Teror
Kelompok CJNG ini juga dikenal menggunakan pesan teror secara publik, seperti pembakaran kendaraan di jalan utama dan blokade api.
Selain itu, mereka meninggalkan lokasi eksekusi serta fasilitas pembakaran tubuh sebagai peringatan kepada rival atau pihak yang dianggap musuh.
Otoritas forensik menemukan sisa‑sisa manusia di lokasi tersembunyi yang diyakini menjadi tempat eksekusi korban kartel.
Dampak Kekerasan Terhadap Sosial dan Politik
Tindakan CJNG berdampak pada kehidupan sosial dan politik nasional.
Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan balasan di lebih dari 20 negara bagian, termasuk blokade jalan, pembakaran kendaraan, penutupan fasilitas umum, dan bentrokan langsung dengan pasukan keamanan.
Gelombang ini menimbulkan puluhan korban jiwa dan gangguan serius terhadap kehidupan publik Meksiko (daf)





