Kamis, 2 April 2026
PARTAI POLITIK

Dari PNI hingga PSII, Jejak Lima Partai yang Menguasai Politik Awal Kemerdekaan Indonesia

Jejak Partai di Indonesia

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:33

PARTAI - Logo PNI  dan PSII, Partai yang Berperan di Awal Kemerdekaan Indonesia/ Foto: IST

MEGAPOLITIK.COM - Pada awal kemerdekaan Indonesia, dunia politik nasional dipenuhi semangat perjuangan dan perdebatan ideologi. 

Sejumlah partai politik lahir dengan cita-cita besar: membangun sistem pemerintahan yang sesuai dengan jati diri bangsa. 

Dari sekian banyak partai yang muncul, ada beberapa yang tercatat pernah berjaya dan memiliki pengaruh besar dalam membentuk arah politik Indonesia pada era 1945 hingga 1959.

Berikut deretan partai politik yang pernah berjaya di masa awal kemerdekaan Indonesia:

1. Partai Nasional Indonesia (PNI)

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada 4 Juli 1927 di Bandung oleh sekelompok pemuda nasionalis yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. 

Partai ini lahir dari semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik yang sah dan damai. 

Awalnya, PNI dikenal dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dan kemudian berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia pada tahun 1928. 

Tujuan utama PNI adalah mencapai kemerdekaan Indonesia dengan cara perbaikan politik, sosial, dan ekonomi rakyat.

PNI mengusung ideologi nasionalisme yang menekankan pada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

Partai ini berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur politik yang sah dan damai.

Partai ini menjadi salah satu anggota dari Gabungan Politik Indonesia (GAPI) pada tahun 1941, sebuah koalisi antara partai-partai nasionalis, agama, dan komunis yang menuntut kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

Namun, pada tahun 1973, PNI dilebur ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sebagai bagian dari upaya konsolidasi politik di bawah pemerintahan Orde Baru.

2. Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) adalah partai politik Islam yang didirikan pada 7 November 1945 di Yogyakarta, tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Partai ini lahir sebagai hasil fusi dari berbagai organisasi Islam yang sebelumnya tergabung dalam MIAI (Majelis Islam A'laa Indonesia), termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Perikatan Umat Islam, dan Persatuan Islam (Persis).

Tujuan utama Masyumi adalah mewujudkan cita-cita politik Islam di Indonesia melalui jalur demokrasi dan konstitusional. 

Dalam Pemilu 1955, Masyumi meraih posisi kedua setelah Partai Nasional Indonesia (PNI), menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik utama di Indonesia pada masa itu. 

Namun, pada tahun 1960, Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno setelah beberapa tokoh utamanya terlibat dalam pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia).

3. Partai Komunis Indonesia (PKI)

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai komunis pertama di Asia yang didirikan pada 23 Mei 1920 di Semarang, Hindia Belanda. 

Partai ini berawal dari organisasi Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang dibentuk pada 9 Mei 1914 oleh Henk Sneevliet dan tokoh-tokoh sosialis lainnya.

ISDV awalnya berfokus pada perjuangan kelas buruh, namun seiring waktu, organisasi ini mengadopsi paham Marxisme-Leninisme dan bertransformasi menjadi PKI pada tahun 1920.

Partai ini memiliki pengaruh yang signifikan di kalangan buruh, petani, dan kelas pekerja lainnya. 

Pada Pemilu 1955, PKI meraih sekitar 16% suara nasional dan hampir 30% suara di Jawa Timur, menjadikannya sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia pada masa itu.

Namun, perjalanan PKI tidak berjalan mulus. Pada tahun 1965, PKI dituduh terlibat dalam Gerakan 30 September (G30S), sebuah upaya kudeta yang gagal. 

Akibatnya, pada 12 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), yang memberikan wewenang kepada Letnan Jenderal Suharto untuk mengambil alih pemerintahan. 

Pada 20 Maret 1966, PKI secara resmi dibubarkan oleh pemerintah Indonesia.

4. Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur. 

Organisasi ini didirikan oleh para ulama tradisionalis, dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari, dengan tujuan untuk mempertahankan praktik Islam tradisional yang berlandaskan pada akidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan fiqih mazhab Syafi'i..

Motivasi pendirian NU berkaitan erat dengan upaya para ulama untuk menanggapi tantangan terhadap praktik Islam tradisional yang muncul selama era kolonial.

Seiring berjalannya waktu, NU berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan politik

Pada tahun 1952, NU memutuskan untuk mendirikan partai politik sendiri setelah merasa kurang terwakili dalam struktur politik yang ada. 

Namun, pada tahun 1984, NU kembali ke khittah (garis perjuangan) awalnya, yaitu fokus pada bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial, serta menjauh dari politik praktis.

5. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)

Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Cikal bakal PSII bermula dari Syarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1905 oleh Haji Samanhudi di Surakarta untuk melindungi pedagang pribumi Muslim dari dominasi pedagang asing. 

Pada tahun 1912, SDI diubah menjadi Syarikat Islam (SI) oleh H.O.S. Tjokroaminoto, yang mengarahkan organisasi ini pada perjuangan politik dan sosial berbasis Islam. 

Konflik internal muncul akibat perbedaan ideologi antara kelompok moderat dan radikal, yang memuncak pada tahun 1921 ketika kelompok komunis dikeluarkan dari SI.

Pada tahun 1923, SI resmi berubah nama menjadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan menjadi salah satu partai politik utama hingga bergabung membentuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1973. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink