Kamis, 2 April 2026

Daftar Lima Menteri Luar Negeri Indonesia sebelum Sugiono, dari Ali Alatas hingga Retno Marsudi

Daftar lima Menteri Luar Negeri Indonesia

Senin, 9 Februari 2026 - 17:1

MENTERI - Lima Menteri Luar Negeri Republik Indonesia/ Foto: Kemlu RI

MEGAPOLITIK.COM - Sejak kemerdekaan, posisi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjadi jabatan kunci yang menentukan arah diplomasi negara. 

Sebelum Sugiono menjabat pada tahun 2024, Indonesia dipimpin oleh sejumlah Menteri Luar Negeri yang berperan penting dalam menghadapi tantangan global, memperkuat hubungan bilateral, dan memajukan posisi Indonesia di forum internasional. 

Dari era Orde Baru hingga Reformasi, kelima Menteri Luar Negeri terakhir ini memiliki kontribusi besar terhadap kebijakan luar negeri nasional.

1. Retno Marsudi 

Retno Marsudi merupakan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia selama sepuluh tahun, mulai dari 27 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2024. 

Masa jabatannya sebagai Menlu mencakup dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Ia menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama di posisi ini dan dikenal atas kepemimpinannya dalam memperkuat peran Indonesia dalam ASEAN, PBB, serta diplomasi multilateral dan bilateral dengan berbagai negara.  

Ia memainkan peran penting saat Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB serta saat Indonesia menjabat sebagai Presiden G20 dan Ketua ASEAN. 

2. Marty Natalegawa 

Marty Natalegawa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri berada dalam periode di mana Indonesia semakin berperan aktif di banyak forum global, termasuk PBB dan ASEAN. 

Selama menjabat sebagai Menlu, ia aktif memimpin delegasi Indonesia dalam berbagai negosiasi multilateral serta mempromosikan kerjasama luas melalui ASEAN dan forum internasional lainnya.

Ia sebelumnya memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi internasional sebagai Utusan Tetap Indonesia untuk PBB serta Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya dan Irlandia. 

3. Hassan Wirajuda 

Hassan Wirajuda menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia selama delapan tahun, yakni dari 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2009. 

Masa jabatannya mencakup dua periode pemerintahan di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Ia merupakan seorang diplomat karier yang memiliki pengalaman panjang di bidang hubungan internasional sebelum diangkat menjadi Menlu.

Termasuk sebagai Direktur Jenderal Politik Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar serta Utusan Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa‑Bangsa dan organisasi internasional lainnya di Jenewa. 

4. Alwi Shihab 

Alwi Shihab memegang jabatan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari 29 Oktober 1999 sampai 23 Juli 2001 di bawah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Sebagai tokoh politik yang berlatar belakang hubungan internasional, Shihab memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah dan dunia Islam, serta membawa perspektif baru dalam diplomasi Indonesia di masa awal reformasi. 

Ia memiliki pendidikan yang mendalam di bidang filsafat Islam dan pernah belajar di universitas‑universitas di Mesir dan Amerika Serikat, termasuk Al‑Azhar University dan University of Ain Shams di Kairo. 

5. Ali Alatas 

Pada era Reformasi kontemporer adalah Ali Alatas, yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari 21 Maret 1988 hingga 20 Oktober 1999. 

Masa jabatannya sebagai Menlu mencakup periode akhir Orde Baru dan awal transisi Reformasi, ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan global seperti konflik regional dan redefinisi posisi diplomatik.  

Alatas juga dikenal aktif dalam kerja sama regional ASEAN dan penyelesaian isu-isu multilateral di Asia Tenggara. 

Salah satu pencapaian paling menonjol dari karier diplomatik Alatas adalah perannya dalam membantu menengahi perdamaian di Kamboja pada awal 1990‑an. 

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia

Kelima Menteri Luar Negeri tersebut memainkan peran penting dalam membentuk karakter kebijakan luar negeri Indonesia dari masa Orde Baru hingga era kontemporer. 

Peran mereka mencerminkan cara Indonesia merespons tantangan global, memperkuat kerja sama dengan negara lain, serta mengelola hubungan di forum‑forum internasional seperti ASEAN dan PBB.  

Kini, posisi Menteri Luar Negeri dilanjutkan oleh Sugiono, yang mengambil alih tugas untuk menghadapi tantangan di tengah dinamika geopolitik dan peluang kerja sama yang terus berkembang. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink