Kamis, 2 April 2026
Harta Kekayaan

Daftar Harta Kekayaan Gubernur Pulau Jawa Periode 2025–2030, Siapa Paling Kaya?

LHKPN para gubernur di Pulau Jawa

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:20

GUBERNUR - Data harta kekayaan gubernur Pulau Jawa, laporan LHKPN awal jabatan/ Foto: Kolase MEGAPOLITIK

MEGAPOLITIK.COM - Sejumlah gubernur Pulau Jawa telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada awal masa jabatan periode 2025–2030 maupun laporan periodik terbaru. 

Data resmi yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut memberikan gambaran transparansi kondisi keuangan para kepala daerah di wilayah dengan pusat ekonomi dan politik nasional. 

Dari DKI Jakarta hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, nilai harta kekayaan gubernur pulau Jawa menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. 

Lantas, siapa gubernur pulau Jawa dengan harta kekayaan terbesar?

Pramono Anung Gubernur DKI Jakarta 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melaporkan harta kekayaan pada 10 April 2025 dalam LHKPN awal menjabat yang telah diverifikasi secara administratif. 

Berdasarkan laporan tersebut, total harta kekayaan Pramono Anung tercatat sebesar Rp114.518.499.429 setelah dikurangi utang. 

Nilai ini menjadikannya gubernur dengan harta kekayaan terbesar di Pulau Jawa.

Komponen terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai Rp35,42 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Bogor, Kediri, Sleman, Bekasi, hingga Buleleng, Bali. 

Properti bernilai tertinggi berada di Jakarta Selatan dengan nilai lebih dari Rp24,2 miliar. 

Selain itu, Pramono juga memiliki surat berharga senilai Rp37,25 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp19,07 miliar.

Andra Soni Gubernur Banten

Gubernur Banten Andra Soni melaporkan LHKPN awal menjabat pada 11 Maret 2025. 

Total harta kekayaan tercatat sebesar Rp3,3 miliar setelah dikurangi utang. 

Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai sekitar Rp2,9 miliar yang tersebar di Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kabupaten Lebak.

Selain properti, Andra Soni melaporkan kepemilikan dua kendaraan dengan total nilai sekitar Rp805 juta. 

Kas dan setara kas tercatat relatif kecil, sekitar Rp20,4 juta. Tidak terdapat laporan surat berharga maupun harta bergerak lainnya.

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan LHKPN awal menjabat pada 28 Maret 2025. 

Total harta kekayaan tercatat sebesar Rp19,6 miliar setelah dikurangi utang. 

Dedi Mulyadi memiliki ratusan bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Purwakarta dan Subang dengan total nilai Rp11,95 miliar.

Selain properti, ia melaporkan kepemilikan kendaraan dan mesin senilai Rp8,22 miliar, termasuk Lexus LX 600, Mercedes Benz S450 L, dan sejumlah kendaraan roda dua. 

Kas dan setara kas tercatat Rp1,22 miliar, dengan utang sebesar Rp3,3 miliar.

Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melaporkan LHKPN pada 23 Mei 2025. 

Total harta kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp11 miliar tanpa tercatat adanya utang. 

Aset tanah dan bangunan senilai Rp6,35 miliar berada di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.

Ia juga melaporkan kepemilikan enam unit kendaraan dengan total nilai Rp1,25 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp3,4 miliar. 

Tidak terdapat laporan surat berharga maupun harta bergerak lainnya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan LHKPN awal menjabat pada 29 Maret 2025. 

Total harta kekayaan tercatat Rp25,9 miliar setelah dikurangi utang. 

Aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp23,9 miliar yang tersebar di Surabaya, Jakarta Selatan, Makassar, Palu, Donggala, Gowa, Takalar, hingga Purwakarta.

Selain properti, Khofifah melaporkan kendaraan senilai Rp872,7 juta, harta bergerak lain Rp602 juta, serta kas dan setara kas Rp3,3 miliar. 

Utang yang tercatat mencapai Rp2,7 miliar.

Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur DIY

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X melaporkan LHKPN periodik tahun 2024 yang disampaikan pada 18 Maret 2025. 

Total harta kekayaan tercatat sebesar Rp26,08 miliar. 

Aset tanah dan bangunan bernilai Rp7,58 miliar tersebar di Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Sleman, dan Gunungkidul.

Selain itu, Sri Sultan melaporkan surat berharga senilai Rp13,07 miliar, kendaraan dan mesin Rp1,05 miliar, serta kas dan setara kas Rp1,92 miliar. 

Tidak terdapat laporan utang dalam dokumen tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Pramono Anung tercatat sebagai gubernur pulau Jawa dengan harta kekayaan terbesar pada periode awal jabatan 2025–2030. 

Dengan total harta kekayaan mencapai Rp114,5 miliar, nilai aset Pramono Anung terpaut jauh dibandingkan gubernur lain, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Khofifah Indar Parawansa yang berada di kisaran Rp26 miliar.

Dengan ini, harta kekayaan gubernur pulau Jawa terbesar dipegang oleh Pramono Anung sebagai gubernur DKI Jakarta. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink