MEGAPOLITIK.COM - Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat memicu sorotan publik, terutama soal isu impor beras, ayam, dan perlindungan data pribadi.
Pemerintah menegaskan, kekhawatiran tersebut tidak berdasar.
Impor Beras Hanya 1.000 Ton
Isu pertama yang ramai dibahas adalah impor beras dari AS. Pemerintah menyebut jumlahnya hanya 1.000 ton.
Angka itu dinilai sangat kecil dibanding produksi beras nasional yang mencapai puluhan juta ton per tahun.
Pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu ketahanan pangan maupun harga di tingkat petani.
Impor Ayam untuk Bibit, Bukan Konsumsi Massal
Sorotan juga muncul terkait impor ayam asal AS.
Pemerintah menjelaskan, impor yang disepakati berupa live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sekitar 580 ribu ekor.





