MEGAPOLITIK.COM - Penurunan kemampuan fiskal Kalimantan Timur dalam APBD 2026 kembali memantik perlunya evaluasi besar terhadap arah pembangunan daerah.
Setelah Dana Transfer ke Daerah (TKD) mengalami pemangkasan cukup tajam oleh pemerintah pusat, postur APBD Kaltim turun menjadi Rp15,15 triliun, angka yang kontras dibanding tahun-tahun sebelumnya yang pernah mencapai Rp21,35 triliun.
Dalam Rapat Paripurna ke-45 DPRD Kaltim, Fraksi PAN–NasDem menyampaikan kegelisahan terkait keberlanjutan sejumlah program pembangunan, termasuk proyek strategis yang sebelumnya sempat dibahas, seperti jalan tol Samarinda–Bontang yang diharapkan menjadi jalur percepatan mobilitas antardaerah.
Anggota Fraksi PAN–NasDem, Abdul Giaz, memaparkan rincian struktur pendapatan dalam RAPBD 2026.
Dari total Rp15,15 triliun, pendapatan daerah tercatat Rp14,25 triliun yang terdiri dari PAD Rp10,75 triliun serta pendapatan transfer Rp3,13 triliun.
Ia menjelaskan bahwa koreksi tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian KUA–PPAS setelah pemangkasan TKD oleh pusat.





