MEGAPOLITIK.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus mengawal ketat proyek strategis nasional Giant Sea Wall di kawasan Pantura (Pantai Utara Jawa).
Proyek ini diharapkan dapat melindungi jutaan penduduk, kawasan industri serta aset ekonomi dari ancaman abrasi.
Apa Itu Proyek Giant Sea Wall?
Giant Sea Wall adalah Tanggul Laut Raksasa yang memiliki struktur besar karena dibangun sepanjang garis pantai untuk memisahkan antara daratan dan lautan, pembangunan ini bertujuan untuk mencegah erosi akibat gelombang air laut.
Tanggul besar ini memiliki fungsi utama sebagai berikut:
Perlindungan terhadap erosi dan abrasi
Tanggul besar ini berperan sebagai penghalang fisik guna mencegah erosi tanah akibat gelombang air laut yang kerap terjadi, penghalang ini digunakan untuk mempertahankan struktur wilayah dan meminimalisir kerusakan lahan.
Penahan Banjir Rob
Selain itu, Giant Sea Wall juga berfungsi sebagai penahan air laut yang meluap ke daratan saat pasang saat kondisi sedang ekstrim guna melindungi permukiman dan infrastruktur penduduk.
Stabilisasi area pesisir guna pengembangan wilayah.
Berkurangnya dampak gelombang arus air laut juga menyebabkan stabilitas wilayah pesisir pantai yang memungkinkan pengembangan lahan yang lebih aman untuk kegiatan perekonomian dan sosial.
Selain AHY, Berikut Pejabat yang Terlibat dalam Proyek Giant Sea Wall
Agus Harimurti Yudhoyono juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan visi jangka panjang 10-20 tahun kedepan.
Selain AHY, berikut adalah pejabat-pejabat yang ikut terlibat dalam proyek Tanggul Laut Raksasa ini:
Presiden Prabowo Subianto
Pada Senin (20/4/2026), Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional di Istana Merdeka.
Menteri Pendidikan dan Teknologi Brian Yuliarto
Pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa proyek ini berperan penting untuk melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak.
Laksamana Madya TNI (purn). Didit Herdiawan Ashaf
Dalam proyek ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, ia mengungkapkan jika rencana pembangunan Giant Sea Wall ini akan dibangun sepanjang 575 km mencakup Teluk Jakarta, Semarang dan Jawa Tengah bagian utara dalam proses awal pembangunanya.
Badan Otorita juga melibatkan wakil ketua seperti Darwin Djajawinata dan Suhajar Diantoro, serta koordinasi dengan pemerintah daerah di lima provinsi sepanjang Pantura.
Hingga saat ini proyek masih dalam tahap finalisasi desain, studi kelayakan, dan penjajakan pendanaan.
Pemerintah telah menargetkan groundbreaking tahap awal proyek ini pada September 2026, khususnya untuk segmen Jakarta.
Dengan komitmen penuh dari AHY dan tim lintas kementerian, Giant Sea Wall diharapkan menjadi benteng pertahanan sekaligus katalisator pembangunan baru bagi wilayah pesisir utara Jawa. (jay)
- Harta Kekayaan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Disorot Usai Buka Puasa Mewah Viral, Segini Nilai LHKPN-nya
- Sosok Konglomerat Samarinda, Wisnu Wardhana Suami dari Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo
- Mengenal Pinka Haprani: Anak Puan Maharani, Cucu Megawati, dan Cicit Soekarno yang Jadi DPR di Bawah 30 Tahun





